Senangnyaaaa sebentar lagi Rumah BSD selesai di renovasi! :)
Perlistrikan udah beres. Lantai beres. Kusen sih beberapa ada yang belum. Cat rumah walaupun belum di poles tapi kami udah menyediakan stoknya. Selebihnya sisa printilan2 aja. Hmm.. printilan tapi kalau dikumpulin sih jadinya besar juga.. hahahaha!
Kami bakal pindah sebelum rumah itu rapi. Gakpapa, itung-itung supaya bisa mengawasi tukang juga. Siapa tau dengan adanya kami disana mereka jadi bisa selesai lebih cepat. Hehehe.
Ngomong-ngomong soal cet rumah (ga tau kenapa lebih suka nyebut cet), selaluu aja berujung ribut kalau udah bahas soal nuansa ruangan yang mau di cet. Sama siapa lagi kalau bukan sama suami. *ya masak sama tukang hehehe*
2 orang dengan 2 selera masing2. Berhubung suami jauh lebih tua, gue berusaha nurutin dia. Gue yakin, selera dia juga gak akan mengecewakan.
Setelah gue pikir2.. gak masalah sama pilihan warna untuk nuansa rumah yang dipilih suami. Dengan warna2 minimalis pilihan dia-yang kebanyakan didominasi putih dan abu2 muda-gue malah bisa bermain warna di perabotan nantinya.
Kebetulan juga gue type orang yang kurang kreatif dan cenderung klasik. Sejauh nuansa itu gak terkesan norak, oke2 sajalah. Begitu suami keukeuh sama pilihannya, ya udah deh.. jadi gue gak perlu lagi ribet2. Hehehehe. *istri gak mo repot*
Sekedar info, gue dan suami pakai jasa tukang dengan sistem harian. Alasannya sama, kami berdua pernah punya pengalaman menggunakan jasa tukang dgn sisterm borongan. Memang pekerjaannya cepat selesai TAPI agak berantakan.
Contoh: cipratan cet di lantai atau pinggiran kusen gak dibersihin, gue pernah bela2in ngepel dan ngerokin cipratan cet itu seharian. Lalu biasanya semen putih di ubin juga biasanya gak sampai rapi dikerik. Jadi di ubin msh banyak goretan2 semen putih. Kan gak enak diliat. Dan juga, bikin kita repoooot.
Kalau harian, memang kayaknya perkerjaan jadi agak lama. Tapi hasilnya detil dan rapi. Alhamduillah memuaskan kami. Insya Allah sih setelah rampung 100% mudah2an gak ada yang mengecewakan.
Gue penasaran sekali gimana tampilan rumah gue nantinya. Kami renovasi rumah itu gak pakai jasa kontraktor, desainer, arsitek, apapun itu. Murni hasil karangan kita berdua (euh, lebih banyak sih suami, hehehe) berdasarkan referensi yang didapet dari majalah / tabloid / buku2 tentang desain rumah.
Selain karena masalah biaya yang terbatas. Semua demi kepuasan sendiri nantinya. Pusing memang, tapi pusing itu akan berbuah kepuasan karena kita bisa liat visualisasi rumah yang udah kita rancang sesuai dgn selera kita :)
Diakui juga kok sama teman yang sedang renovasi rumah dibantu jasa kontraktor. Sebetulnya diapun gak mau, kalau gak karena sibuk dan gak ada waktu sih, lebih baik mengurus dan mengawasi semua jalannya renovasi rumah sendiri aja. Biar lebih puas.
Rencana kami di akhir bulan Juli kami kembali menempati rumah itu secara bertahap. Bertahap? Iya.
Karena kami bakal menempati rumah itu disaat rumah belum 100% rapi. Tapi paling enggak ada ruangan yang udah bisa kami tempati dgn layak. Rasanya sih bagian kamar utama kami lengkap dgn kamar mandinya udah siap ditempati.
KANGEN! Kangen dengan segala kerepotannya mengurus rumah deh. Rumah kami sendiri tentunya :)
21.6.10
15.6.10
Twitter is over capacity..
Waktu ngetik ini, dikantor, gak ada kerjaan. Segala keperluan yang mau gue ajukan ke bagian keuangan juga masih mentah. Nganggur lah gue..
Seperti biasa.. mau nge-tweet, tapi sejak kurang lebih 1 jam yang lalu laporan di layar Blackberry gue "Error posting tweet..bla bla bla"..
Nyoba cek di twitter.com hasilnya, "Twitter is over capacity".. BLAH! Ada apaaa ini??
Kayaknya Twitter memang lagi 'down'.. mengingat, sekarang sedang demam Piala Dunia dan kalo gak salah, NBA juga. Apa hubungannya?? Ada hubungannya!
Twitter user pasti sedang berjubelan untuk posting komentar2 mereka seputar 2 hal itu tadi!
Hehehe..
Gue sendiri kurang menyenangi Sepak Bola dan Basket.. jadi otomatis gak akan juga ngikutin up date-nya. Sama sekali.
Kalo untuk sekedar seseruan mengikuti keriannya sih, mungkin masih. Biasanya ikut patisipasi dengan nonton bareng. Ikut makan2 dan minum2nya aja. Hahahaha!
Ah, jadi ngelantur.. padahal mau ngetweet gak bisa jadi tumplek kesini niiiih :D
Seperti biasa.. mau nge-tweet, tapi sejak kurang lebih 1 jam yang lalu laporan di layar Blackberry gue "Error posting tweet..bla bla bla"..
Nyoba cek di twitter.com hasilnya, "Twitter is over capacity".. BLAH! Ada apaaa ini??
Kayaknya Twitter memang lagi 'down'.. mengingat, sekarang sedang demam Piala Dunia dan kalo gak salah, NBA juga. Apa hubungannya?? Ada hubungannya!
Twitter user pasti sedang berjubelan untuk posting komentar2 mereka seputar 2 hal itu tadi!
Hehehe..
Gue sendiri kurang menyenangi Sepak Bola dan Basket.. jadi otomatis gak akan juga ngikutin up date-nya. Sama sekali.
Kalo untuk sekedar seseruan mengikuti keriannya sih, mungkin masih. Biasanya ikut patisipasi dengan nonton bareng. Ikut makan2 dan minum2nya aja. Hahahaha!
Ah, jadi ngelantur.. padahal mau ngetweet gak bisa jadi tumplek kesini niiiih :D
11.6.10
Benefits of Sauna
Bacaan bagus nih! Dikirimin dari e-mail suami.
Mudah mudahan bermanfaat.. *banget buat gue*
When you take a sauna, the heat pumps up blood circulation near the skin and stimulates sweating. The Finns say a proper sauna elicits about a quart of sweat per hour. I generally encourage sweating. It helps the body rid itself of unwanted materials and improves general circulation. In medieval times, healers relied on saunas to cure illnesses, and priests used their heat to chase away evil spirits.
The oldest know medical document, the Ayurveda, appeared in Sanskrit in 568 BC and considered sweating so important to health that it prescribed the sweat bath and thirteen other methods of inducing sweat. Throughout history physicians have extolled the medicinal value of the sweat bath in its various forms such as the Finnish sauna, Russian banai, Islamic hammam, or the American Indian sweat lodge. Today, enthusiasts claim that beyond being relaxing the sauna gives relief from the common cold, arthritis, headaches, hangovers and "just about anything that ails you." Even if these claims are somewhat exaggerated, medical evidence shows that bathing in temperatures of 9O degrees C (192 degrees F) has a profoundly beneficial effect on a healthy body.
Sweat also has the function of being a judicious garbage collector. During a 15-minute sauna, sweating can perform the heavy metal excretion that would take the kidneys 24 working hours. Ninety-nine percent of what sweat brings to the surface of the skin is water, but the remaining one percent is mostly undesirable wastes. Excessive salt carried by sweat is generally believed to be beneficial for cases of mild hypertension. Some mental hospitals use saunas in their rehabilitation programs to pacify patients.
Sauna health benefits are numerous
A sauna helps improve blood circulation, strengthen the cardiovascular system, relax muscles, increase flexibility, and relieve pain. Other sauna health benefits include ease of joint pain and stiffness without toxic side-effects. In a sauna, you'll burn hundreds of calories without hours on the exercise bike or treadmill.
Saunas deep cleanse the skin. Sauna health benefits include removal of toxins and mineral waste, burning of calories and weight control Sauna health benefit is an improved immune system. In a hot sauna, your body is tricked into believing it has a fever. Your internal and external organs conspire to rid you of this fever. They quicken their pace, ridding you of toxins like heavy metals, uric acid, and lactic acid.
Mudah mudahan bermanfaat.. *banget buat gue*
When you take a sauna, the heat pumps up blood circulation near the skin and stimulates sweating. The Finns say a proper sauna elicits about a quart of sweat per hour. I generally encourage sweating. It helps the body rid itself of unwanted materials and improves general circulation. In medieval times, healers relied on saunas to cure illnesses, and priests used their heat to chase away evil spirits.
The oldest know medical document, the Ayurveda, appeared in Sanskrit in 568 BC and considered sweating so important to health that it prescribed the sweat bath and thirteen other methods of inducing sweat. Throughout history physicians have extolled the medicinal value of the sweat bath in its various forms such as the Finnish sauna, Russian banai, Islamic hammam, or the American Indian sweat lodge. Today, enthusiasts claim that beyond being relaxing the sauna gives relief from the common cold, arthritis, headaches, hangovers and "just about anything that ails you." Even if these claims are somewhat exaggerated, medical evidence shows that bathing in temperatures of 9O degrees C (192 degrees F) has a profoundly beneficial effect on a healthy body.
Sweat also has the function of being a judicious garbage collector. During a 15-minute sauna, sweating can perform the heavy metal excretion that would take the kidneys 24 working hours. Ninety-nine percent of what sweat brings to the surface of the skin is water, but the remaining one percent is mostly undesirable wastes. Excessive salt carried by sweat is generally believed to be beneficial for cases of mild hypertension. Some mental hospitals use saunas in their rehabilitation programs to pacify patients.
Sauna health benefits are numerous
A sauna helps improve blood circulation, strengthen the cardiovascular system, relax muscles, increase flexibility, and relieve pain. Other sauna health benefits include ease of joint pain and stiffness without toxic side-effects. In a sauna, you'll burn hundreds of calories without hours on the exercise bike or treadmill.
Saunas deep cleanse the skin. Sauna health benefits include removal of toxins and mineral waste, burning of calories and weight control Sauna health benefit is an improved immune system. In a hot sauna, your body is tricked into believing it has a fever. Your internal and external organs conspire to rid you of this fever. They quicken their pace, ridding you of toxins like heavy metals, uric acid, and lactic acid.
3.6.10
Kok harus begitu ya..?
Cerita 1
…Beberapa menit setelah duduk di bonceng tukang ojek..
Gue : “Pak, mau gak langganan per bulan?”
Tukang Ojek : “Aduh.. gimana ya Mbak, saya sih mau-mau aja sebenernya.. Tapi nanti anak-anak gimana?” *anak-anak: tukang ojek lain*
Gue : “Kenapa emang? Saya belum langganan sama siapa2 kok?”
Kang ojek : *Nampak ingin menceritakan sesuatu* “Justru itu Mbak, ga ada yang boleh langganan. Waktu itu pernah ada kejadian, penumpang mau berlangganan dan di jemput kerumah. Salah satu dari mereka akhirnya tau kenapa penumpang itu gak naik lagi dari tempat biasa karena di jemput si (sebut aja) Mamat kerumahnya. Eh si Mamat di gebukin pulang dari anter penumpang Neng..!”
Gue : “HAH??? Kok begituuuu? Apa salah dia sampe di gebukkin Pak?”
Kang Ojek : Mbak waktu pertama kali dibawa sama si Ival ya (kalo gue ga salah itu namanya)?” *gue sempet bertanya balik karena kurang tau siapa namanya* Itu lho Mbak, yang tangannya begini *sambil menekuk jari kirinya. Si Ival yg dimaksuda memang punya kekurangan fisik*
Gue : “Ohh iya Pak, dia orangnya. Memangnya kenapa Pak?”
Kang ojek : “Dia aja sempet ngancem saya gak boleh kasih nomor HP ke Mbak”
……………….
Belakangan ini gue suka telat bangun. Kalau udah telat bangun, telat juga sampai kantor. Demi gak terlambat sampai kantor, gue memilih naik ojek dari rumah. Keluar dari rumah sama2 suami tapi dia hanya mengantar gue sampai di tempat tukang ojek mangkal. Bukan hanya ini aja sih gue seneng naik ojek. Cuma aja, pertama kalinya naik ojek di wilayah rumah mertua.
3 hari pertama gue diantar dgn orang yang sama. Setelahnya mereka beroperasi sesuai antrian mereka mangkal. Intinya gue diantar oleh orang yang berbeda setiap harinya. tapi mereka yang kira2 ber-5 sampai 7 itu adalah orang yang sehari2 mangkal disana.
Sampai akhirnya suami gue bilang kenapa gak berlangganan aja. Bener juga pikir gue. Tapi sebelum nawarin langganan, diem2 gue menilai dulu mana ojek yang layak dan bikin gue nyaman. yang orangnya baik juga. Hehehe. Walaupun Cuma ojek motor, perlu dooong nyaman. Supaya kita sebagai penumpang juga enjoy selama perjalanan :p
Akhirnya gue tetapkan gue akan tawar si Bapak itu. (buseeetttt.. udah kayak apaan tau ditawar). Gak taunya malah gue dapet cerita itu. Antara butuh dan kuatir dia bakal kenapa2. Gue bingung. Males untuk cari2 lagi kan?
Jadi intinya, dia sendiri gak keberatan. Tapi dia lebih memikirkan keselamatannya. Takut kalau memang jadi gue berlangganan bulanan, dia bakal di keroyok nanti. Kasian..
Akhirnya demi keselamatan dan kenyamanan dia mencari nafkah, gue harus tunda cari ojek langganan.
Cerita 2
Gue dan teman2 makan siang di ‘kantin’ belakang kantor. Areanya bukan area kantin tertutup pada umumnya. Tapi ini letaknya didepan sebuah taman. Tenda2an gitu. Lebih tepat disebut apa ya? Kedai mungkin. Ah, apapun, pokoknya tempat makan! :p Lumayan banyak pilihan dari nasi ramesan sampai ke soto betawi. Tukang minuman juga ada.
Beda dari biasanya, gue liat pemandangan orang yang lagi minum Es Teh Manis. Kenapa beda? Karena memang biasanya disana cuma ada penjual minuman soft drink, air mineral kemasan botol/gelas. Sebut aja deh nama penjualnya Iwan.
Karena gue SUKAA banget minum Es Teh maka reflek gue langsung kegirangan bertanya.. “Eh syapa itu yang jual es teh manis???”. Yang menjawab Tante Yani. Si penjual soto betawi. Memang dari dulu dia lebih suka di panggil Tante katanya :)
“Ooh Nte Yani yang jual, aku mau doooong Nte?!” *merengek layaknya anak hehehe*. Semangatnya norak deh gue kalau ketemu minuman itu. Cinta abeeys.
Sejak itu, dan beberapa hari kemudian gue selalu pesen minuman dari tempat Tante Yani. Pertama, karena jelas lebih aman karena itu teh asli. Kedua, gue penggemar teh. Itu aja sih. Walaupun gue juga penggemar minuman manis kemasan. Tapi kalau ada yang asli, why not?
Tadi siang si Tante nyeletuk pelan.. “Si Iwan manyun sekarang karena aku nyediain the Ty..” Oya Nte?? Saut gue. “Iya.. soalnya orang banyak juga yang mesen..”…
Si Tante sempet nawarin temen gue Mbak Hesti dengan minuman yang di jual di Iwan. “Minum Teh Botol aja ya?” tawar si Tante. Saking ga enaknya kali ya sama Iwan.
………………………….
Sejak ada 2 kejadian itu gue jadi suka mikir. Kok sampe segitunya ya...
Kata beberapa orang sih “udah biasa Sty.. namanya juga persaingan orang dagang”.
Tapi pikiran seorang awam dan belum pengalaman berbisnis gue rada gak bisa terima. Bukannya rejeki itu ada yang “ngatur” ya? Toh banyak yang masih bisa beli minuman dan naik ojek sesuai dengan yang mereka mau? Jadi gak perlu sampai ada persaingan secara ‘kurang’ sehat begitu..
Belum lagi, suka denger dari rumpian orang2 yang bilang, Restoran A kan punya “Jimat” biar pengunjungnya rame. Atau, tukang Gado Gado itu kan “nyugih” hanya demi melariskan makanan dagangannya. Makanya makanannya enak2, karena ada “sajennya”.
Pikiran seorang gue yang lugu akan dunia bisnis ini juga kurang paham. Emang gak bisa ya memajukan bisnis / melariskan dagangan kita dengan cara memperhatikan kualitas??
Contohnya, resep makanan dibuat sedemikian rupa supaya kualitas rasanya enak dan pengunjung juga puas makan disana dan selalu datang di kemudian harinya.
Dalam hal narik ojek, cobalah dengan cara memperhatikan kualitas pengendaranya seperti, nyetir gak ugal ugalan, helm bersih, motor terawat rapi.. walaupun gak harus motor baru, tapi paling enggak, terurus dengan baik. Jadi bukan gak mungkin penumpang senang naik ojek.
Dan dari situ kita kembalikan lagi kepada niat kita menjalankan bisnis. Kalau tujuan dan niatnya baik, cari duit halal, bukan gak mungkin kan Tuhan akan beri kita jalan rezeki??
Terlepas dari ke-sok tauan gue soal berbisnis, ini sih gak bermaksud apa2. Namanya juga Blog. Buat gue untuk menuangkan pikiran. Kalau memang di akhir posting elo gak bisa nemu solusi, ya memang gue gak pengen bahas ini. Justru gue butuh opini dari yang ngerti ginian :) Kalau berkenan, silakan comment.
Mudah2an Allah memberkati rezeki kita semua…
…Beberapa menit setelah duduk di bonceng tukang ojek..
Gue : “Pak, mau gak langganan per bulan?”
Tukang Ojek : “Aduh.. gimana ya Mbak, saya sih mau-mau aja sebenernya.. Tapi nanti anak-anak gimana?” *anak-anak: tukang ojek lain*
Gue : “Kenapa emang? Saya belum langganan sama siapa2 kok?”
Kang ojek : *Nampak ingin menceritakan sesuatu* “Justru itu Mbak, ga ada yang boleh langganan. Waktu itu pernah ada kejadian, penumpang mau berlangganan dan di jemput kerumah. Salah satu dari mereka akhirnya tau kenapa penumpang itu gak naik lagi dari tempat biasa karena di jemput si (sebut aja) Mamat kerumahnya. Eh si Mamat di gebukin pulang dari anter penumpang Neng..!”
Gue : “HAH??? Kok begituuuu? Apa salah dia sampe di gebukkin Pak?”
Kang Ojek : Mbak waktu pertama kali dibawa sama si Ival ya (kalo gue ga salah itu namanya)?” *gue sempet bertanya balik karena kurang tau siapa namanya* Itu lho Mbak, yang tangannya begini *sambil menekuk jari kirinya. Si Ival yg dimaksuda memang punya kekurangan fisik*
Gue : “Ohh iya Pak, dia orangnya. Memangnya kenapa Pak?”
Kang ojek : “Dia aja sempet ngancem saya gak boleh kasih nomor HP ke Mbak”
……………….
Belakangan ini gue suka telat bangun. Kalau udah telat bangun, telat juga sampai kantor. Demi gak terlambat sampai kantor, gue memilih naik ojek dari rumah. Keluar dari rumah sama2 suami tapi dia hanya mengantar gue sampai di tempat tukang ojek mangkal. Bukan hanya ini aja sih gue seneng naik ojek. Cuma aja, pertama kalinya naik ojek di wilayah rumah mertua.
3 hari pertama gue diantar dgn orang yang sama. Setelahnya mereka beroperasi sesuai antrian mereka mangkal. Intinya gue diantar oleh orang yang berbeda setiap harinya. tapi mereka yang kira2 ber-5 sampai 7 itu adalah orang yang sehari2 mangkal disana.
Sampai akhirnya suami gue bilang kenapa gak berlangganan aja. Bener juga pikir gue. Tapi sebelum nawarin langganan, diem2 gue menilai dulu mana ojek yang layak dan bikin gue nyaman. yang orangnya baik juga. Hehehe. Walaupun Cuma ojek motor, perlu dooong nyaman. Supaya kita sebagai penumpang juga enjoy selama perjalanan :p
Akhirnya gue tetapkan gue akan tawar si Bapak itu. (buseeetttt.. udah kayak apaan tau ditawar). Gak taunya malah gue dapet cerita itu. Antara butuh dan kuatir dia bakal kenapa2. Gue bingung. Males untuk cari2 lagi kan?
Jadi intinya, dia sendiri gak keberatan. Tapi dia lebih memikirkan keselamatannya. Takut kalau memang jadi gue berlangganan bulanan, dia bakal di keroyok nanti. Kasian..
Akhirnya demi keselamatan dan kenyamanan dia mencari nafkah, gue harus tunda cari ojek langganan.
Cerita 2
Gue dan teman2 makan siang di ‘kantin’ belakang kantor. Areanya bukan area kantin tertutup pada umumnya. Tapi ini letaknya didepan sebuah taman. Tenda2an gitu. Lebih tepat disebut apa ya? Kedai mungkin. Ah, apapun, pokoknya tempat makan! :p Lumayan banyak pilihan dari nasi ramesan sampai ke soto betawi. Tukang minuman juga ada.
Beda dari biasanya, gue liat pemandangan orang yang lagi minum Es Teh Manis. Kenapa beda? Karena memang biasanya disana cuma ada penjual minuman soft drink, air mineral kemasan botol/gelas. Sebut aja deh nama penjualnya Iwan.
Karena gue SUKAA banget minum Es Teh maka reflek gue langsung kegirangan bertanya.. “Eh syapa itu yang jual es teh manis???”. Yang menjawab Tante Yani. Si penjual soto betawi. Memang dari dulu dia lebih suka di panggil Tante katanya :)
“Ooh Nte Yani yang jual, aku mau doooong Nte?!” *merengek layaknya anak hehehe*. Semangatnya norak deh gue kalau ketemu minuman itu. Cinta abeeys.
Sejak itu, dan beberapa hari kemudian gue selalu pesen minuman dari tempat Tante Yani. Pertama, karena jelas lebih aman karena itu teh asli. Kedua, gue penggemar teh. Itu aja sih. Walaupun gue juga penggemar minuman manis kemasan. Tapi kalau ada yang asli, why not?
Tadi siang si Tante nyeletuk pelan.. “Si Iwan manyun sekarang karena aku nyediain the Ty..” Oya Nte?? Saut gue. “Iya.. soalnya orang banyak juga yang mesen..”…
Si Tante sempet nawarin temen gue Mbak Hesti dengan minuman yang di jual di Iwan. “Minum Teh Botol aja ya?” tawar si Tante. Saking ga enaknya kali ya sama Iwan.
………………………….
Sejak ada 2 kejadian itu gue jadi suka mikir. Kok sampe segitunya ya...
Kata beberapa orang sih “udah biasa Sty.. namanya juga persaingan orang dagang”.
Tapi pikiran seorang awam dan belum pengalaman berbisnis gue rada gak bisa terima. Bukannya rejeki itu ada yang “ngatur” ya? Toh banyak yang masih bisa beli minuman dan naik ojek sesuai dengan yang mereka mau? Jadi gak perlu sampai ada persaingan secara ‘kurang’ sehat begitu..
Belum lagi, suka denger dari rumpian orang2 yang bilang, Restoran A kan punya “Jimat” biar pengunjungnya rame. Atau, tukang Gado Gado itu kan “nyugih” hanya demi melariskan makanan dagangannya. Makanya makanannya enak2, karena ada “sajennya”.
Pikiran seorang gue yang lugu akan dunia bisnis ini juga kurang paham. Emang gak bisa ya memajukan bisnis / melariskan dagangan kita dengan cara memperhatikan kualitas??
Contohnya, resep makanan dibuat sedemikian rupa supaya kualitas rasanya enak dan pengunjung juga puas makan disana dan selalu datang di kemudian harinya.
Dalam hal narik ojek, cobalah dengan cara memperhatikan kualitas pengendaranya seperti, nyetir gak ugal ugalan, helm bersih, motor terawat rapi.. walaupun gak harus motor baru, tapi paling enggak, terurus dengan baik. Jadi bukan gak mungkin penumpang senang naik ojek.
Dan dari situ kita kembalikan lagi kepada niat kita menjalankan bisnis. Kalau tujuan dan niatnya baik, cari duit halal, bukan gak mungkin kan Tuhan akan beri kita jalan rezeki??
Terlepas dari ke-sok tauan gue soal berbisnis, ini sih gak bermaksud apa2. Namanya juga Blog. Buat gue untuk menuangkan pikiran. Kalau memang di akhir posting elo gak bisa nemu solusi, ya memang gue gak pengen bahas ini. Justru gue butuh opini dari yang ngerti ginian :) Kalau berkenan, silakan comment.
Mudah2an Allah memberkati rezeki kita semua…
31.5.10
I'm 27 Now!!
It's 11.25pm when I type this post..
Simply because not feel so sleepy yet. Then I decide to open my laptop and go online.
I'm gonna turn to 27 in just a couple minutes from now :)
Yess. June 1st. But some of friends had congratulated me this day.. which today is May 31st.
Anyway, apa sih makna 27 tahun buat gue?
Yang jelas, gue sama sekali gak nyangka bahwa sebentar lagi umur gue menginjak ke 27 tahun.
Maunya sih selalu jadi 20an. 20 pas. :D
Tadi siang gue ngetweet : "Kalau umur bertambah tapi penampilan dan tingkah lakunya gak sepadan dgn umur, namanya gak tau diri atau awet muda ya?"..
Ada jawaban dari temen yg bilang "namanya mengaku awet muda Sty :)"
Hmm.. cukup bijak juga. Hehehehe. Iya, memang, secara sadar gue itu masih jauh dari dewasa deh. Baik dari penampilan
maupun polapikir. Bukan karena gue ingin di bilang muda terus, tapi ya inilah apa adanya gue. Apapun yang bisa membuat
gue nyaman pasti akan gue lakukan. Gak peduli komentar orang.
Ah terlalu banyak ngelantur jadinya.. padahal gue cuma pengen ngisi posting di saat2 menjelang pergantian tanggal 31 Mei ke 1 Juni.
Harapannya, sewajarnya manusia pasti ingin yang terbaik dalam segala hal. Begitu juga dengan gue. Mungkin kalau di bikin list atau gue berdoa gak akan selesai2.
Menurut gue, Allah SWT itu Maha Mengetahui, Maha Mendengar, Maha Mengabulkan. Beliau pasti tau apa harapan dan doa gue.
Amin.
SELAMAT ULANG TAHUN, UNTUK DIRIKUUUU! ;)
Simply because not feel so sleepy yet. Then I decide to open my laptop and go online.
I'm gonna turn to 27 in just a couple minutes from now :)
Yess. June 1st. But some of friends had congratulated me this day.. which today is May 31st.
Anyway, apa sih makna 27 tahun buat gue?
Yang jelas, gue sama sekali gak nyangka bahwa sebentar lagi umur gue menginjak ke 27 tahun.
Maunya sih selalu jadi 20an. 20 pas. :D
Tadi siang gue ngetweet : "Kalau umur bertambah tapi penampilan dan tingkah lakunya gak sepadan dgn umur, namanya gak tau diri atau awet muda ya?"..
Ada jawaban dari temen yg bilang "namanya mengaku awet muda Sty :)"
Hmm.. cukup bijak juga. Hehehehe. Iya, memang, secara sadar gue itu masih jauh dari dewasa deh. Baik dari penampilan
maupun polapikir. Bukan karena gue ingin di bilang muda terus, tapi ya inilah apa adanya gue. Apapun yang bisa membuat
gue nyaman pasti akan gue lakukan. Gak peduli komentar orang.
Ah terlalu banyak ngelantur jadinya.. padahal gue cuma pengen ngisi posting di saat2 menjelang pergantian tanggal 31 Mei ke 1 Juni.
Harapannya, sewajarnya manusia pasti ingin yang terbaik dalam segala hal. Begitu juga dengan gue. Mungkin kalau di bikin list atau gue berdoa gak akan selesai2.
Menurut gue, Allah SWT itu Maha Mengetahui, Maha Mendengar, Maha Mengabulkan. Beliau pasti tau apa harapan dan doa gue.
Amin.
SELAMAT ULANG TAHUN, UNTUK DIRIKUUUU! ;)
22.5.10
It's alright to be alone
Sudah tau bahwa hari Kamis Si Mas bakal pergi ke Bandung untuk beberapa urusan terkait dgn pekerjaan. Rencananya gue menyusul di hari Jumat sepulang kerja dgn travel. Tapi setelah diskusi2... ah sebaiknya gak usah ikut. Lebih baik pulang ke Priok nginep.
Udah agak lama juga gue gak ngunjungin orang tua.
Sepulang kantor, seperti yang jadi rutinitas 2 minggu ini, gue pergi ke gym dulu. Temen2 yang biasa pergi bareng hari itu gak ada yang masuk. Kebetulan punya urusan masing2. Entah kenapa, gue mah pede2 aja dateng nge gym sendiri. Biasanya kalau nemu situasi begini, gak akan gue pergi tanpa temen2. Setidaknya, 1 orang temen. Hmm.. mungkin tanda2 nya gue ingin konsisten? hehehe..
Se selesainya urusan gym, tanpa mandi dulu(hehe abisan ngantri kamar mandinya) gue bergegas pergi ke La Piazza untuk janjian ketemu seorang temen. Ngobrol2 dan minum2 sebentar lalu pulang. Pulang menuju rumah orang tua di Priok.
Malam itu cuma ada nyokap dan bokap. Sayang, adik gue si Lia keluar kota. Hmm.. bakal berkurang keberisikan deh kalo dia gak ada :) (i missed her though)
Awalnya nyokap nemenin ngobrol sampai akhirnya kami sama2 ngantuk, nyokap pindah ke kamarnya. Gue tidur sendirian...
Bete kesepian? Nope.
Enak. Tenang. Damai.
Bukannya kesenengan karena suami gak ada. Menurut gue kadang setelah kita hidup berpasangan (nikah) ada kalanya kangen sama masa2 sendiri. Melakukan hal yang sama sepert saat kita masih single.
Entah ya kalian gimana. Kalau gue sih di manfaatin aja. Itung2 biar bisa refresh.
Menikah artinya kita akan tinggal satu atap, satu kamar, bersama suami/istri. Pergi sama2. Rekreasi sama2. Belanja sama2. Ke mall sama2. Belum lagi ada yang bekerja di tempat dan bidang yang sama. Gak dirumah, gak di kantor ketemu melulu :)
Bukan untuk bermaksud jelek. Tapi dalam versi kehidupan gue, menikmati waktu sendirian atau Me Time sangat berguna untuk me-refresh keadaan. Gak usah lama2 deh, 2atau 3 hariii aja luangkan waktu untuk sendiri. Kalau gue, biasanya setelah itu ada rasa kangen yang lebih :)
Nahhh.. di saat2 seperti ini hubungan kembali hangat. Rasanya hampir sama seperti masa pacaran yang kalau gak ketemu berapa hari aja rasanya kangen minta ampun. Saling cerita kegiatan apa aja yang udah di lakukan selama sendiri2. Dari sini juga komunikasi jadi bertambah.
Menikah itu monoton, kalau kita gak tau caranya untuk membuat hubungan menjadi hangat dari hari ke hari.
Menikah itu membosankan kalau kita gak saling komunikasi dengan lancar.
Menikah itu bencana kalau salah satu dari kita gak bisa saling respek satu sama lain.
Menikah itu beban kalau kita gak pintar2 maintain perasaan dan emosi.
Usahakan selalu ada cara untuk memperbarui hubungan. Tapi inget, semua harus dilakukan dalam batas wajar.
Sekarang, saat gue ketik posting ini, si Mas udah kembali dari Bandung dan udah tertidur dengan damai disamping gue. Padahal tadi pesen dimasakin air panas untuk mandi. Gak taunya malah tepar lebih dulu. Untungnya udah ganti baju.. kasian pliket kalo nggak :)
Sekian, curahan perasaan seorang istri yang telah menikah 3,5 tahun untuk kepentingan postingnya. Kalau bermanfaat, Alhamdulillah. Kalau terkesan sok tau, yaa maap deh, namanya juga baru 3,5 tahun. Hahahaha.. ;)
Udah agak lama juga gue gak ngunjungin orang tua.
Sepulang kantor, seperti yang jadi rutinitas 2 minggu ini, gue pergi ke gym dulu. Temen2 yang biasa pergi bareng hari itu gak ada yang masuk. Kebetulan punya urusan masing2. Entah kenapa, gue mah pede2 aja dateng nge gym sendiri. Biasanya kalau nemu situasi begini, gak akan gue pergi tanpa temen2. Setidaknya, 1 orang temen. Hmm.. mungkin tanda2 nya gue ingin konsisten? hehehe..
Se selesainya urusan gym, tanpa mandi dulu(hehe abisan ngantri kamar mandinya) gue bergegas pergi ke La Piazza untuk janjian ketemu seorang temen. Ngobrol2 dan minum2 sebentar lalu pulang. Pulang menuju rumah orang tua di Priok.
Malam itu cuma ada nyokap dan bokap. Sayang, adik gue si Lia keluar kota. Hmm.. bakal berkurang keberisikan deh kalo dia gak ada :) (i missed her though)
Awalnya nyokap nemenin ngobrol sampai akhirnya kami sama2 ngantuk, nyokap pindah ke kamarnya. Gue tidur sendirian...
Bete kesepian? Nope.
Enak. Tenang. Damai.
Bukannya kesenengan karena suami gak ada. Menurut gue kadang setelah kita hidup berpasangan (nikah) ada kalanya kangen sama masa2 sendiri. Melakukan hal yang sama sepert saat kita masih single.
Entah ya kalian gimana. Kalau gue sih di manfaatin aja. Itung2 biar bisa refresh.
Menikah artinya kita akan tinggal satu atap, satu kamar, bersama suami/istri. Pergi sama2. Rekreasi sama2. Belanja sama2. Ke mall sama2. Belum lagi ada yang bekerja di tempat dan bidang yang sama. Gak dirumah, gak di kantor ketemu melulu :)
Bukan untuk bermaksud jelek. Tapi dalam versi kehidupan gue, menikmati waktu sendirian atau Me Time sangat berguna untuk me-refresh keadaan. Gak usah lama2 deh, 2atau 3 hariii aja luangkan waktu untuk sendiri. Kalau gue, biasanya setelah itu ada rasa kangen yang lebih :)
Nahhh.. di saat2 seperti ini hubungan kembali hangat. Rasanya hampir sama seperti masa pacaran yang kalau gak ketemu berapa hari aja rasanya kangen minta ampun. Saling cerita kegiatan apa aja yang udah di lakukan selama sendiri2. Dari sini juga komunikasi jadi bertambah.
Menikah itu monoton, kalau kita gak tau caranya untuk membuat hubungan menjadi hangat dari hari ke hari.
Menikah itu membosankan kalau kita gak saling komunikasi dengan lancar.
Menikah itu bencana kalau salah satu dari kita gak bisa saling respek satu sama lain.
Menikah itu beban kalau kita gak pintar2 maintain perasaan dan emosi.
Usahakan selalu ada cara untuk memperbarui hubungan. Tapi inget, semua harus dilakukan dalam batas wajar.
Sekarang, saat gue ketik posting ini, si Mas udah kembali dari Bandung dan udah tertidur dengan damai disamping gue. Padahal tadi pesen dimasakin air panas untuk mandi. Gak taunya malah tepar lebih dulu. Untungnya udah ganti baju.. kasian pliket kalo nggak :)
Sekian, curahan perasaan seorang istri yang telah menikah 3,5 tahun untuk kepentingan postingnya. Kalau bermanfaat, Alhamdulillah. Kalau terkesan sok tau, yaa maap deh, namanya juga baru 3,5 tahun. Hahahaha.. ;)
Sembilan Kebiasaan Buruk Setelah Menikah
Berjodoh bukanlah alasan bahwa sebuah pernikahan akan langgeng. Jalannya sebuah pernikahan dikontrol dan diciptakan oleh kedua pasangan, dan tidak datang dengan sendirinya.
Selama ini yang biasa kita temui, mereka yang gagal dalam berumah tangga memberikan alasan bahwa mereka sudah tidak cocok lagi, mereka memang tidak berjodoh, atau tidak ada persamaan di antara mereka. Namun, itu semua hanyalah sebuah alasan yang digunakan oleh masing-masing pasangan untuk membenarkan diri sendiri. Kenyataannya, mereka hanya kurang keras dalam berusaha.
Adalah seorang terapis, Karen Gall Lewis, yang juga penulis buku WHY DON'T YOU UNDERSTAND? A GENDER RELATIONSHIP DICTIONARY, mengatakan bahwa agar pernikahan bisa langgeng, kedua pasangan harus sama-sama berjuang keras dan terus memperbaiki diri serta komunikasi di antara keduanya. Pasangan tersebut juga harus mampu menghindari kebiasaan buruk yang biasa dilakukan oleh pasangan setelah menikah.
Kali ini, Woman akan membahas 9 kebiasaan buruk para pasangan setelah menikah. Dan berharap, agar pasangan-pasangan muda yang saat ini berada di dalam masa sulit dapat belajar sedikit dari hal yang akan Woman bagikan berikut ini:
Kebiasaan Buruk 1: Memanfaatkan satu sama lain
Memang, apabila sudah menikah, pasangan akan saling mendukung satu sama lain. Apabila yang satu kekurangan, maka pasangan lain akan menopang. Begitu pula sebaliknya. Namun, pada beberapa kasus, pasangan yang tak berhasil dalam hubungannya mencoba untuk memanfaatkan pasangannya masing-masing. Mengutamakan kebutuhan diri sendiri, dan meninggikan ego. Akhirnya, pasangan jadi cepat bosan, dan selalu menuntut lebih dari pasangannya jika mereka tak bisa memenuhi keinginan pasangan.
Tips: Saat menikah, dua insan sudah menjadi satu. Maka ada baiknya, Anda dan pasangan sama-sama melakukan yang terbaik bagi diri masing-masing, dan saling memperlakukan pasangan seperti diri sendiri.
Kebiasaan Buruk 2: Kebutuhan seks tak tercukupi
Sibuk karena pekerjaan adalah alasan utama kebutuhan seks pasangan tidak tercukupi. Akhirnya, jika dari diri sendiri tidak bisa memuaskan, pasangan akan mencari orang lain yang dapat memberikannya kepuasan. Maka, terjadilah perselingkuhan.
Memang, seks bukanlah segalanya! Namun, Anda tentu menyadari bahwa seks adalah salah satu kebutuhan utama bagi pasangan. Bahkan beberapa kasus perceraian, terjadi karena masalah 'dapur utama' pasangan ini.
Tips: Selalu susun waktu bersama pasangan untuk secara khusus berlibur dan menikmati honeymoon bersama. Jika memang tak bisa di luar kota, mungkin di hotel dalam kota untuk sekedar memanjakan diri bersama.
Kebiasaan Buruk 3: Berbohong soal materi
Anda mungkin sedang mengincar tas Hermes terbaru yang akan keluar beberapa bulan ke depan. Dan Anda pun berbohong pada si dia, bahwa beberapa bulan ini pengeluaran akan membengkak karena air PAM naik. Hal ini tentu saja tidak baik. Sekalipun Anda begitu mendambakan tas Hermes yang cantik itu, hindari berbohong soal materi kepada pasangan, begitu pula sebaliknya. Materi adalah salah satu hal yang cukup sensitif di dalam sebuah hubungan. Saling terbuka saja, dan utamakan kepentingan berdua.
Tips: Jika memang Anda punya hobby shopping. Coba cari pemasukan lain yang memang khusus diperuntukkan sebagai sumber budget Anda berbelanja. Apabila memang sedang tidak ada barang yang ingin Anda beli, toh Anda bisa mengalokasikannya untuk liburan.
Kebiasaan Buruk 4: Menceritakan kebiasaan buruk pasangan pada teman
Curhat memang sah-sah saja, apalagi dengan curhat pada orang yang tepat, Anda mendapatkan masukan dari dia. Namun, jika Anda terlalu sering menceritakan keburukan pasangan, tentu ini tidak baik! Jika memang pasangan memiliki kebiasaan buruk, coba untuk membantunya. Jangan malah membiarkan dan mengumbar cerita kepada orang lain.
Kebiasaan Buruk 5: Lupa akan sentuhan romantis
Dulu, saat berpacaran, Anda masih sering membuatkannya minuman atau kue-kue kesukaannya. Namun sekarang, ah biarkan saja! Toh jika dia ingin, dia bisa beli kok!
Nah inilah hal yang perlu Anda perbaiki. Jika memang dulu Anda begitu care dan bersikap manis padanya, berusahalah untuk selalu bersikap demikian. Jika memungkinkan, selalu tingkatkan sikap manis dan perhatian Anda kepadanya. Ini akan membuat si dia kagum dan bangga telah memilih Anda sebagai pasangan hidupnya.
Tips: Buatkan dia puding atau makanan kecil yang sesuai dengan selera dan sehat. Dengan memanjakan dan memperhatikan si dia, tentunya pasangan akan lebih betah dekat dan berkumpul bersama keluarga.
Kebiasaan Buruk 6: Menyerahkan tanggung jawab soal anak kepada salah satu pasangan saja
Apakah hanya sang ibu saja yang wajib merawat anak-anak dan membesarkan, sementara sang ayah hanya bertugas mencari uang? Ah, pandangan tersebut sudah kuno! Yang namanya anak-anak adalah tanggung jawab kedua orang tua. Bagaimanapun, anak tidak akan hadir jika tak ada ayah atau ibu, ya kan?
Tips: Bagi tugas bersama pasangan untuk merawat dan membesarkan anak. Tak ada kebahagiaan yang paling berarti bagi anak dibandingkan kasih dan perhatian dari kedua orang tuanya.
Kebiasaan Buruk 7: Berbicara kasar pada pasangan
Karena emosi, biasanya pasangan suka lepas kontrol. Dan akhirnya intonasi semakin meninggi. Kebiasaan buruk ini, jika dipelihara akan memunculkan kebiasaan buruk lainnya, seperti kekerasan dalam rumah tangga. Coba Anda pikirkan, jika Anda bisa berbicara baik-baik dari hati ke hati dan dengan kepala dingin, mengapa harus bertengkar dan saling memaki?
Tips: Jika Anda merasa sebal pada pasangan dan saat itu emosi Anda serasa di ubun-ubun. Terlebih tenangkan diri Anda dulu. Ambil nafas panjang, minum air putih dan biarkan diri tenang. Kemudian baru minta waktu untuk berbicara dengannya.
Kebiasaan Buruk 8: Tak ada support untuk pasangan
"Ah, memangnya kamu bisa?" begitulah kalimat bernada meremehkan yang seringkali muncul di benak atau kita katakan pada pasangan saat ia memiliki ide karir. Alhasil, pasangan jadi minder dan pesimis. Ia pun mengurungkan niat mewujudkan idenya tersebut. Setinggi apapun keinginan pasangan, serumit apapun rencana dia terhadap masa depan, coba untuk selalu mendukungnya. Jika memang ada hal yang kurang tepat toh Anda masih bisa mengingatkannya, ya kan?
Kebiasaan Buruk 9: Tak mau mencoba suatu hal baru
Nah ini dia, satu kebiasaan buruk lain yang perlu disingkirkan dari kehidupan rumah tangga Anda. Mencoba hal baru tak ada salahnya kok. Justru dengan demikian rumah tangga Anda akan semakin bervariasi. Misal, gaya seks, dari dulu Anda tak mau mencoba gaya lain dan tetap kekeuh nyaman dengan gaya missionaris. Sementara ia ingin mencoba variasi gaya lain agar tidak bosan. Sebenarnya tak ada alasan untuk tak mencoba gaya baru. Karena justru dengan mengenal gaya lain, Anda dan pasangan dapat menikmati kepuasan yang lebih sempurna.
Nah, yuk miliki pernikahan langgeng hingga Anda dan pasangan menjadi kakek nenek.
Dikutip dari metrotvnews.com
Selama ini yang biasa kita temui, mereka yang gagal dalam berumah tangga memberikan alasan bahwa mereka sudah tidak cocok lagi, mereka memang tidak berjodoh, atau tidak ada persamaan di antara mereka. Namun, itu semua hanyalah sebuah alasan yang digunakan oleh masing-masing pasangan untuk membenarkan diri sendiri. Kenyataannya, mereka hanya kurang keras dalam berusaha.
Adalah seorang terapis, Karen Gall Lewis, yang juga penulis buku WHY DON'T YOU UNDERSTAND? A GENDER RELATIONSHIP DICTIONARY, mengatakan bahwa agar pernikahan bisa langgeng, kedua pasangan harus sama-sama berjuang keras dan terus memperbaiki diri serta komunikasi di antara keduanya. Pasangan tersebut juga harus mampu menghindari kebiasaan buruk yang biasa dilakukan oleh pasangan setelah menikah.
Kali ini, Woman akan membahas 9 kebiasaan buruk para pasangan setelah menikah. Dan berharap, agar pasangan-pasangan muda yang saat ini berada di dalam masa sulit dapat belajar sedikit dari hal yang akan Woman bagikan berikut ini:
Kebiasaan Buruk 1: Memanfaatkan satu sama lain
Memang, apabila sudah menikah, pasangan akan saling mendukung satu sama lain. Apabila yang satu kekurangan, maka pasangan lain akan menopang. Begitu pula sebaliknya. Namun, pada beberapa kasus, pasangan yang tak berhasil dalam hubungannya mencoba untuk memanfaatkan pasangannya masing-masing. Mengutamakan kebutuhan diri sendiri, dan meninggikan ego. Akhirnya, pasangan jadi cepat bosan, dan selalu menuntut lebih dari pasangannya jika mereka tak bisa memenuhi keinginan pasangan.
Tips: Saat menikah, dua insan sudah menjadi satu. Maka ada baiknya, Anda dan pasangan sama-sama melakukan yang terbaik bagi diri masing-masing, dan saling memperlakukan pasangan seperti diri sendiri.
Kebiasaan Buruk 2: Kebutuhan seks tak tercukupi
Sibuk karena pekerjaan adalah alasan utama kebutuhan seks pasangan tidak tercukupi. Akhirnya, jika dari diri sendiri tidak bisa memuaskan, pasangan akan mencari orang lain yang dapat memberikannya kepuasan. Maka, terjadilah perselingkuhan.
Memang, seks bukanlah segalanya! Namun, Anda tentu menyadari bahwa seks adalah salah satu kebutuhan utama bagi pasangan. Bahkan beberapa kasus perceraian, terjadi karena masalah 'dapur utama' pasangan ini.
Tips: Selalu susun waktu bersama pasangan untuk secara khusus berlibur dan menikmati honeymoon bersama. Jika memang tak bisa di luar kota, mungkin di hotel dalam kota untuk sekedar memanjakan diri bersama.
Kebiasaan Buruk 3: Berbohong soal materi
Anda mungkin sedang mengincar tas Hermes terbaru yang akan keluar beberapa bulan ke depan. Dan Anda pun berbohong pada si dia, bahwa beberapa bulan ini pengeluaran akan membengkak karena air PAM naik. Hal ini tentu saja tidak baik. Sekalipun Anda begitu mendambakan tas Hermes yang cantik itu, hindari berbohong soal materi kepada pasangan, begitu pula sebaliknya. Materi adalah salah satu hal yang cukup sensitif di dalam sebuah hubungan. Saling terbuka saja, dan utamakan kepentingan berdua.
Tips: Jika memang Anda punya hobby shopping. Coba cari pemasukan lain yang memang khusus diperuntukkan sebagai sumber budget Anda berbelanja. Apabila memang sedang tidak ada barang yang ingin Anda beli, toh Anda bisa mengalokasikannya untuk liburan.
Kebiasaan Buruk 4: Menceritakan kebiasaan buruk pasangan pada teman
Curhat memang sah-sah saja, apalagi dengan curhat pada orang yang tepat, Anda mendapatkan masukan dari dia. Namun, jika Anda terlalu sering menceritakan keburukan pasangan, tentu ini tidak baik! Jika memang pasangan memiliki kebiasaan buruk, coba untuk membantunya. Jangan malah membiarkan dan mengumbar cerita kepada orang lain.
Kebiasaan Buruk 5: Lupa akan sentuhan romantis
Dulu, saat berpacaran, Anda masih sering membuatkannya minuman atau kue-kue kesukaannya. Namun sekarang, ah biarkan saja! Toh jika dia ingin, dia bisa beli kok!
Nah inilah hal yang perlu Anda perbaiki. Jika memang dulu Anda begitu care dan bersikap manis padanya, berusahalah untuk selalu bersikap demikian. Jika memungkinkan, selalu tingkatkan sikap manis dan perhatian Anda kepadanya. Ini akan membuat si dia kagum dan bangga telah memilih Anda sebagai pasangan hidupnya.
Tips: Buatkan dia puding atau makanan kecil yang sesuai dengan selera dan sehat. Dengan memanjakan dan memperhatikan si dia, tentunya pasangan akan lebih betah dekat dan berkumpul bersama keluarga.
Kebiasaan Buruk 6: Menyerahkan tanggung jawab soal anak kepada salah satu pasangan saja
Apakah hanya sang ibu saja yang wajib merawat anak-anak dan membesarkan, sementara sang ayah hanya bertugas mencari uang? Ah, pandangan tersebut sudah kuno! Yang namanya anak-anak adalah tanggung jawab kedua orang tua. Bagaimanapun, anak tidak akan hadir jika tak ada ayah atau ibu, ya kan?
Tips: Bagi tugas bersama pasangan untuk merawat dan membesarkan anak. Tak ada kebahagiaan yang paling berarti bagi anak dibandingkan kasih dan perhatian dari kedua orang tuanya.
Kebiasaan Buruk 7: Berbicara kasar pada pasangan
Karena emosi, biasanya pasangan suka lepas kontrol. Dan akhirnya intonasi semakin meninggi. Kebiasaan buruk ini, jika dipelihara akan memunculkan kebiasaan buruk lainnya, seperti kekerasan dalam rumah tangga. Coba Anda pikirkan, jika Anda bisa berbicara baik-baik dari hati ke hati dan dengan kepala dingin, mengapa harus bertengkar dan saling memaki?
Tips: Jika Anda merasa sebal pada pasangan dan saat itu emosi Anda serasa di ubun-ubun. Terlebih tenangkan diri Anda dulu. Ambil nafas panjang, minum air putih dan biarkan diri tenang. Kemudian baru minta waktu untuk berbicara dengannya.
Kebiasaan Buruk 8: Tak ada support untuk pasangan
"Ah, memangnya kamu bisa?" begitulah kalimat bernada meremehkan yang seringkali muncul di benak atau kita katakan pada pasangan saat ia memiliki ide karir. Alhasil, pasangan jadi minder dan pesimis. Ia pun mengurungkan niat mewujudkan idenya tersebut. Setinggi apapun keinginan pasangan, serumit apapun rencana dia terhadap masa depan, coba untuk selalu mendukungnya. Jika memang ada hal yang kurang tepat toh Anda masih bisa mengingatkannya, ya kan?
Kebiasaan Buruk 9: Tak mau mencoba suatu hal baru
Nah ini dia, satu kebiasaan buruk lain yang perlu disingkirkan dari kehidupan rumah tangga Anda. Mencoba hal baru tak ada salahnya kok. Justru dengan demikian rumah tangga Anda akan semakin bervariasi. Misal, gaya seks, dari dulu Anda tak mau mencoba gaya lain dan tetap kekeuh nyaman dengan gaya missionaris. Sementara ia ingin mencoba variasi gaya lain agar tidak bosan. Sebenarnya tak ada alasan untuk tak mencoba gaya baru. Karena justru dengan mengenal gaya lain, Anda dan pasangan dapat menikmati kepuasan yang lebih sempurna.
Nah, yuk miliki pernikahan langgeng hingga Anda dan pasangan menjadi kakek nenek.
Dikutip dari metrotvnews.com
21.5.10
Better late than never!
Sudah 2 minggu ini gue asyik dengan kegiatan baru yaitu… Fitness :)
Sebenernya udah lama pengen mulai kegiatan ini atas inisiatif sendiri. Tapi rasa males lebih besar kekuatannya dari pada rasa pengin sehatnya! (cemen)
Teman-teman kantor lah yang jadi alasannya kenapa gue akhirnya mau masuk tempat fitness. Kantor gue berdekatan dengan Hotel Haris Tebet. Karena sering kali nginepin klien / tamu di sana jadi ada harga promo untuk fasilitas fitness nya.
5 orang temen akhirnya mendaftar sebagai member fitness disana. Awal mereka ngajak, gue masih males. Mereka udah jalan 1 bulan, baru lah gue mikir-mikir, mempertimbangkan, dan membayangkan kalau fitness hasilnya seperti apa… tergoda juga.. lagi pula gue gak pernah olah raga selama ini. Jogging juga kalau lagi mau. Berenang juga kalau lagi mood. Ga ada salahnya lah di coba. Kalau niat awal memang karena teman-teman. Siapa tau akhirnya bisa konsisten.
Bingung mau mulai dari mana. Pegang alat apa. Atau mau olah raga jenis apa. Untung temen gue si Hari, mau bantu ngenalin ke Trainer. Belum pakai jasa Personal Trainee sih. Makanya harus rajin nanya nanya biar ngerti. Tempatnya sih lumayan. Gak besar, tapi alat alat cukup melengkapi kebutuhan yang dasar. Yoga, Pilates, Renang, Aerobik, dll. Lagi pula biaya nya terjangkau. Gue pikir piker.. dimulai dari sini dulu deh. Kalau udah rajin baru pindah ke tempat fitness yang kayak selebriti itu (hehehe kebaca banget maksudnya).
Kedatangan pertama,atas ajakan si Hari gue ikut kelas Aerobik. Astagaaaa… susah nyaaa itu ngegerakin badan, mirip mirip ngedance. Bego banget deh gue. Tapi cukup enjoy ngikutin dari awal sampai selesai. Belakangan gue baru tau namanya.. itu kelas Advance! Njir! Pantesan ajaaaa.
Berdasarkan hasil pencari tauan gue, harusnya gue gak ikut kelas-kelas seperti Aerobik, Yoga, atau tread mill dan sepeda statis terlalu banyak. Itu sifatnya membakar kalorri. Sedangkan gue bertujuan ingin menambah berat badan. Berat badan sekarang ini sih sebenernya udah lumayan, tinggal di kencangkan sedikit. Dan gue pun memang obsesi sekali punya badan berisi.
Aneh juga.. kadang teman2 perempuan ada yang iri dgn postur tubuh ini (47Kg & 161 cm) yang mau makan sebanyak apapun gak pernah gemuk! Sedangkan gue yang punya badan, ingin sekali gemuk. Hmm.. lebih berisi sih tepatnya. Perempuan memang, ada ada aja kurang puasnya. Naaah.. makdarit alias maka dari itu (jayus), gue putuskan.. kenapa juga gak pakai Personal Trainee sekaliaaan?? Kan biar target lebih tercapai?
Minggu ke-2 ini lah gue udah pakai PT. Latian lebih terarah. Program dan target bisa di jalanin. Kita liat, semampu apakah gue. Biasanya sih gue mood-mood-an soal beginian. Apalagi pemicunya cuma bujukan teman2. Hehehe.
TAPI, gue mau menghilangkan alasan itu semua. Harus tekun, konsisten, disiplin.
Doakan akuuuh ya Bloggers! ;)
Sebenernya udah lama pengen mulai kegiatan ini atas inisiatif sendiri. Tapi rasa males lebih besar kekuatannya dari pada rasa pengin sehatnya! (cemen)
Teman-teman kantor lah yang jadi alasannya kenapa gue akhirnya mau masuk tempat fitness. Kantor gue berdekatan dengan Hotel Haris Tebet. Karena sering kali nginepin klien / tamu di sana jadi ada harga promo untuk fasilitas fitness nya.
5 orang temen akhirnya mendaftar sebagai member fitness disana. Awal mereka ngajak, gue masih males. Mereka udah jalan 1 bulan, baru lah gue mikir-mikir, mempertimbangkan, dan membayangkan kalau fitness hasilnya seperti apa… tergoda juga.. lagi pula gue gak pernah olah raga selama ini. Jogging juga kalau lagi mau. Berenang juga kalau lagi mood. Ga ada salahnya lah di coba. Kalau niat awal memang karena teman-teman. Siapa tau akhirnya bisa konsisten.
Bingung mau mulai dari mana. Pegang alat apa. Atau mau olah raga jenis apa. Untung temen gue si Hari, mau bantu ngenalin ke Trainer. Belum pakai jasa Personal Trainee sih. Makanya harus rajin nanya nanya biar ngerti. Tempatnya sih lumayan. Gak besar, tapi alat alat cukup melengkapi kebutuhan yang dasar. Yoga, Pilates, Renang, Aerobik, dll. Lagi pula biaya nya terjangkau. Gue pikir piker.. dimulai dari sini dulu deh. Kalau udah rajin baru pindah ke tempat fitness yang kayak selebriti itu (hehehe kebaca banget maksudnya).
Kedatangan pertama,atas ajakan si Hari gue ikut kelas Aerobik. Astagaaaa… susah nyaaa itu ngegerakin badan, mirip mirip ngedance. Bego banget deh gue. Tapi cukup enjoy ngikutin dari awal sampai selesai. Belakangan gue baru tau namanya.. itu kelas Advance! Njir! Pantesan ajaaaa.
Berdasarkan hasil pencari tauan gue, harusnya gue gak ikut kelas-kelas seperti Aerobik, Yoga, atau tread mill dan sepeda statis terlalu banyak. Itu sifatnya membakar kalorri. Sedangkan gue bertujuan ingin menambah berat badan. Berat badan sekarang ini sih sebenernya udah lumayan, tinggal di kencangkan sedikit. Dan gue pun memang obsesi sekali punya badan berisi.
Aneh juga.. kadang teman2 perempuan ada yang iri dgn postur tubuh ini (47Kg & 161 cm) yang mau makan sebanyak apapun gak pernah gemuk! Sedangkan gue yang punya badan, ingin sekali gemuk. Hmm.. lebih berisi sih tepatnya. Perempuan memang, ada ada aja kurang puasnya. Naaah.. makdarit alias maka dari itu (jayus), gue putuskan.. kenapa juga gak pakai Personal Trainee sekaliaaan?? Kan biar target lebih tercapai?
Minggu ke-2 ini lah gue udah pakai PT. Latian lebih terarah. Program dan target bisa di jalanin. Kita liat, semampu apakah gue. Biasanya sih gue mood-mood-an soal beginian. Apalagi pemicunya cuma bujukan teman2. Hehehe.
TAPI, gue mau menghilangkan alasan itu semua. Harus tekun, konsisten, disiplin.
Doakan akuuuh ya Bloggers! ;)
18.5.10
Serunya Punya Rumah :)
Hehehe.. jadi ketawa kalau inget ini. Sekitar bulan April taun 2009 gue dan suami mulai keluar rumah untuk menumpang kedua kalinya dirumah Mertua karena rumah kami di BSD mau renovasi.
Dulu sih rencananya cuma mau nambah ruang supaya dapur bisa agak lebih besar dari luas semula. Ehhh.. nggak taunya sampai sekarang rumah itu belum juga rampung. Hehehe..
Akhirnya memang seperti renovasi total. Yang semula bangunan aslinya masih terlihat, sekarang bener2 berubah.
Gak di konsep? Nope. Gak pake Desainer? Nope.
Sering dibuat pusing gara2 berdebat soal ini.
Si Mas orangnya rada perfeksionis dan detail. Alasan gak mau pake desainer/arsitek sih karena rumah kami yang gak seberapa besar, jadi gak perlu. Mau di bikin kayak giman juga hasilnya akan begitu2 aja.
Berbeda dengan pendapat gue. Menurut gue, JUSTRU karena rumah yang gak seberapa besar itu penampilan dan fungsinya harus terlihat maksimal! Makanya gue minta dia melibatkan desainer/arsitek.
Setelah perdebatan sengit.. hayah.. gak denk.. Akhirnya gue nurut. Virgo berhadapan dengan Gemini yang labil.. ya begitu hasilnya. Hmm.. gue sih lebih karena gak pengen repot2 berdebat. Hehehe..
Perubahan konsep juga gak luput dari perjalanan renovasi rumah. Udah selesai di bikin, bongkar lagi. Karena setelah di liat2, temboknya gak berfungsi. Udah setengah jadi, bobok lagi karena kok posisi kusen gak nyaman di liat. Dan perubahan lain2nya.
Menurut pengalaman teman yang pakai Desainer sih, dengan atau tanpa desainer, perubahan konsep pasti ada. Jadi yaa sudahlah..
Anyway, jadinya berapa lama sudah kami merenov??
Target semula Cuma 3 bulan ternyata jadi 1 tahun 1 bulan :D
Kenapa lama sekaliii? Yaah harap di maklumi, budget untuk itu juga kan mengandalkan modal dari tabungan dan gaji suami (jujur, gaji gue mah gak seberapa disbanding dia, jadi maaf kalau gak ikut andil). Itupun kami sampai rela (lebih tepatnya sih terpaksa) menjual mobil Jeep kesayangan suami demi meneruskan renovasi sampai beres.
Sayang sebenernya. Mengingat mobil itu banyak kenangannya. Suami ‘membangun’ mobil itu pun dari nol. Tapi itu lah kebutuhan. Segala sesuatu pasti ada yang harus di korbankan. Mobil ilang, tapi kan dapet rumah yang nyaman
Lalu sekarang sampai dimana hasilnya? Alhamdulilah.. sudah sekitar 70% rampung. Kalau ga ada kendala lagi (mudah mudahan sih jangan) bulan Juli juga udah masuk tahap finishing. Gue sendiri udah kangeeeeen banget berada disana lagi. Kangen jalan pagi di Taman Jogging. Kangen ke Pasar Modern. Kangen suasana pagi-pagi yang berembun. Kangen suara anak-anak kecil main di lapangan basket depan rumah gue.
(waktu posting ini gue lagi liat2 foto2 taun lalu berlatar belakang suasana rumah sebelum di bangun )
Sebentar lagi kepusingan dimulai. Pusing hunting tegel, furniture, nuntuin warna cat, ngatur posisi barang-barang, dan lain sebagainya. Kali kali, ada temen blogger yang mau kasih bala bantuan pas gue pindahan nanti? Dengan senang hati loh! Hahahaha..
Dulu sih rencananya cuma mau nambah ruang supaya dapur bisa agak lebih besar dari luas semula. Ehhh.. nggak taunya sampai sekarang rumah itu belum juga rampung. Hehehe..
Akhirnya memang seperti renovasi total. Yang semula bangunan aslinya masih terlihat, sekarang bener2 berubah.
Gak di konsep? Nope. Gak pake Desainer? Nope.
Sering dibuat pusing gara2 berdebat soal ini.
Si Mas orangnya rada perfeksionis dan detail. Alasan gak mau pake desainer/arsitek sih karena rumah kami yang gak seberapa besar, jadi gak perlu. Mau di bikin kayak giman juga hasilnya akan begitu2 aja.
Berbeda dengan pendapat gue. Menurut gue, JUSTRU karena rumah yang gak seberapa besar itu penampilan dan fungsinya harus terlihat maksimal! Makanya gue minta dia melibatkan desainer/arsitek.
Setelah perdebatan sengit.. hayah.. gak denk.. Akhirnya gue nurut. Virgo berhadapan dengan Gemini yang labil.. ya begitu hasilnya. Hmm.. gue sih lebih karena gak pengen repot2 berdebat. Hehehe..
Perubahan konsep juga gak luput dari perjalanan renovasi rumah. Udah selesai di bikin, bongkar lagi. Karena setelah di liat2, temboknya gak berfungsi. Udah setengah jadi, bobok lagi karena kok posisi kusen gak nyaman di liat. Dan perubahan lain2nya.
Menurut pengalaman teman yang pakai Desainer sih, dengan atau tanpa desainer, perubahan konsep pasti ada. Jadi yaa sudahlah..
Anyway, jadinya berapa lama sudah kami merenov??
Target semula Cuma 3 bulan ternyata jadi 1 tahun 1 bulan :D
Kenapa lama sekaliii? Yaah harap di maklumi, budget untuk itu juga kan mengandalkan modal dari tabungan dan gaji suami (jujur, gaji gue mah gak seberapa disbanding dia, jadi maaf kalau gak ikut andil). Itupun kami sampai rela (lebih tepatnya sih terpaksa) menjual mobil Jeep kesayangan suami demi meneruskan renovasi sampai beres.
Sayang sebenernya. Mengingat mobil itu banyak kenangannya. Suami ‘membangun’ mobil itu pun dari nol. Tapi itu lah kebutuhan. Segala sesuatu pasti ada yang harus di korbankan. Mobil ilang, tapi kan dapet rumah yang nyaman
Lalu sekarang sampai dimana hasilnya? Alhamdulilah.. sudah sekitar 70% rampung. Kalau ga ada kendala lagi (mudah mudahan sih jangan) bulan Juli juga udah masuk tahap finishing. Gue sendiri udah kangeeeeen banget berada disana lagi. Kangen jalan pagi di Taman Jogging. Kangen ke Pasar Modern. Kangen suasana pagi-pagi yang berembun. Kangen suara anak-anak kecil main di lapangan basket depan rumah gue.
(waktu posting ini gue lagi liat2 foto2 taun lalu berlatar belakang suasana rumah sebelum di bangun )
Sebentar lagi kepusingan dimulai. Pusing hunting tegel, furniture, nuntuin warna cat, ngatur posisi barang-barang, dan lain sebagainya. Kali kali, ada temen blogger yang mau kasih bala bantuan pas gue pindahan nanti? Dengan senang hati loh! Hahahaha..
Subscribe to:
Posts (Atom)