22.3.10

They need things to unstressed them..










Sebagian mungkin udah tau kalau gue bekerja di perusahaan konstruksi lepas pantai (Offshore Construction). Saat ini project yang kami kerjakan adalah Instalasi/ pemasangan pipa bawah laut dari sebuah platform yang bernama Karmila-A menuju ke Platform yang bernama Titi-A. unik ya namanya, seperti nama perempuan  Gue gak ngerti kenapa Platform itu dikasih nama sperti nama perempuan. Intinya, proyek kami dikerjakan di platform yang terletak di tengah laut Jawa deh. Blogger yang Engineer pasti ngerti soal ini.

Para crew ditempatkan di sebuah Barge atau tongkang. Di sisi lain ada juga tongkang untuk fabrikasi atau tempat mereka mengerjakan pekerjaan dalam hal ini, me-las pipa. Di dalam crew barge ada sebuah radio room. Fungsinya untuk ruang komunikasi antara crew dengan ‘dunia luar’, Head Office misalnya.. atau komunikasi untuk melakukan panggilan crew. Alat yang digunakan yaitu Paging. Semacam announcer kurang lebih begitu.

Biasanya, dalam menyampaikan pesannya seorang Radio Operator juga harus menggunakan bahasa yang baik dan enak di dengar dalam melakukan komunikasi Radio. Tapi kadang-kadang, entah karena capek berbasa basi, atau supaya langsung straight to the point, Radio Operator itu dengan cueknya memanggil atau menyampaikan pesan yang mereka paging dan itu, terdengar ke seluruh tongkang. Contoh:

Gue pernah ngalamin sendiri. Gue ada keperluan sama seorang teman-Yanuar untuk menanyakan beberapa hal. Yanuar sendiri berada di dalam deck. Maka dari itu dia dipanggil melalui Radio Room..

“Panggilan kepada saudara Yanuar, harap ke Radio Room ada telepon dari head Office…”.

5 detik berlalu…

“saudara Yanuar… ada telefon dari Head Office…” Beberapa detik berlalu lagi..

Akhirnya karena lama si Yanuar itu gak muncul juga.. sang Radio Operator kesel..

“WOIYYY YANUAAAAR.. ADA TELEPON DARI HEAD OFFICEEEE..”

Hahahahaha. Bener aja.. baru deh dia muncul. Rupanya dia tertidur nyenyak sampai gak kedengeran sama sekali panggilan Radio Operator. Alhasil para crew satu barge tertawa semua mendengarnya.

Di lain hari, temen gue bawa cerita lagi dari sana. Setiap kali Pipa selesai dan akan diluncurkan ke laut, Radio Room pasti menginfokan berita untuk diketahui semua crew. Entah karena waktu peluncuran udah mepet atau gimana, Radio Operator Cuma memnyampaikan dengan simple-nya.. “BERSIAAAP… PIPA MAU MELUNCUUUUR…” hahahahaha.

Oiya.. disana ada perwakilan dari user kita bernama Sivanandam.. asal India. Kadang kadang Radio Oprt suka asal asalan juga.. “AWAS… SIVA MELUNCUR KE LAUUUUT”. Siva dan Pipa kan hamper terdengar sama yaa.. hahahahaha. Tertawa lah semua crew disana.

Cerita lain yang gue dapet dari teman lainnya. Selain Head Office yang bisa telfon melalu Radio Room adalah keluarga dari para crew. Biasanya, para Istri. Ada salah seorang istri dari salah satu crew yang agak… posesif mungkin ya.. hehehe.. nggak dink.. mungkin karena lagi banyak urusan yang mau disampaikan, saat itu si istri dalam waktu yang berdekatan telfon berkali-kali.

Akhirnya untuk yang kesekian kalinya sang Radio Operator melakukan panggilan…

“HEEEYYY…. YANTO (gue lupa siapa nama crew itu), ISTRIMU TELEPON LAGI NEEHHHH”.

Tertawalah rekan rekan nya se-barge. Termasuk gue ngakak denger ceritanya. Maluuuuuu.

Ini cerita yang paling kacau menurut gue. Perlu diketahui, di barge itu kan penghuninya laki-laki semua yaa. Pasti ada kegiatan yang satu ini nih. Nonton ‘Blue Film alias Bokep’. Kali ini gak ada yang tau kalo ini kelakuan sang Radio Operator atau bukan. Suara dari adegan film bokep itu di nyalain ke alat paging dan tau dong apaa yang terjadi……… suara adegan itu terdengar di seluruh barge!! Suara erangan yang… ieewhh… ga perlu dijelasin la yaa suaranya seperti apaaaa. HAHAHAHAHAHA..!

Salah satu crew dari deck bawah sempet ada yang telfon ke Radio Room. Karena mengira itu factor ketidaksengajaan. Ternyata di jawab sama Radio Operator itu.. “Biar ajaaa… gua sengaja..”.

Hahahahaha….

Dan masih banyak lagi cerita cerita konyol dari bapak bapak yang kerja di barge. Memang kadang kadang situasi begini perlu ada mengingat situasi dan kondisi pekerjaan mereka. Mereka bekerja jauh di tengah laut. Jauh dari keluarga, anak, istri. Belum lagi tingkat resikonya. Maka kalo selalu bekerja dibawah tekanan, bisa dibayangin kayak apa boringnya mereka. Dengan tingkah laku yang spontan seperti itu kan mereka dengan sendirinya terhibur. Gak stress. Walaupun pekerjaannya berat jadi terasa ringan deh.

Semoga mereka di tengah laut sana selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Dilancarkan pekerjaannya dan dilimpahkan selalu rezekinya. Amin.

No comments: