19.3.12

Day 2: Osaka


Long ass day!

Gue dan Andri udah ada di Washington Hotel Plaza - Nagoya.

Masing masing lagi ngeracik makan malem.

Males keluar lagi. Capek.

Kami masih punya stok mie instan dan beras.

Hehehe. Iya.. Beras.

Andri bawa mini rice cooker untuk masak nasi beserta berasnya.

Walaupun Jepang negara sesama pemakan nasi. Kami tetep bawa nasi.

Suka males keluar lagi kalau udah capek.

Pesen di hotel, belum tentu sreg sama makanannya.

*spik aje.. Bilang aje biar iriiiiit*



Hari ini kami ke Osaka Castle.

Gokil capeknya!

Gimana enggak. Pagi tadi check out dari hotel bawa koper langsung menuju Osaka Castle!

Semula gue kira kami ke hotel dulu, baru jalan jalan.

Ternyata salah.

Berhubung Osaka Castle gak jauh dari hotel sebelumnya, makanya di atur jadwalnya jalan jalan ke Osaka Castle dulu lalu ke hotel.

Asssssss....sem!

Osaka Castle itu letaknya agak atas. Banyak jalan menanjak.

Kadang ada anak tangga. Panjang pula.

Kebayang gak capeknya nempuhnya sambil geret koper?

Ga usah dibayangin. Nanti elo sakit lagi. Gue yang repot.

*ape sih sty*

Lucunya, gue sanggup nempuh semua itu tanpa kendala kecuali ngos ngosan.

Andri sempet kuatir gue kumat anemianya lalu keliyengan.

Karena belakangan ini gue sering drop.

Alhamdulillah, gak pernah sama sekali keliyengan.

Kalau pegel, iya.

Itu sih dibawa istirahat sambil ngemil juga nanti semangat lagi.

Gue, Andri, Mas Donny dan istrinya naik ke atas castle.

Mas Ade dan istri gak ikutan. Kurang tertarik katanya.

Jadi mereka bersedia dititipin koper di bawah sana.

Ada apa aja di dalam Osaka Castle?

Isinya seluk beluk sejarah peperangan.

Untuk detailnya, silakan nanya google.

Dia mah jauh lebih paham dibanding gue.

Hahahahaha!

...................

Keluar dari Osaka Castle sempat hujan. Tapi gak deras.

Kami makan dulu sebelum pulang.

Udara dingin dan banyak jalan ngabisin energi dan bikin pengin makan terus.

Gue pilih Takoyaki... Lagi.

Karena udah sejak kemarin gue ketemu Takoyaki enaaaaaak sekali.

Jauh lebih enak dari yang pernah gue makan di Jakarta.

Yaeyalllah. Wong sini tempat asalnya. Hehehehe :p

Waktunya kami menuju stasiun kereta untuk naik JR Line menuju Nagoya.

JR Line ini semacam kereta antar kota di Jepang.

Agak terburu buru.

Pas dicek lagi jadwalnya, ternyata keretanya sampai tepat setelah kami ada diatas.

Gak sampai dua jam perjalanannya untuk sampai di stasiun Shinosaka.

Nampak lebih ramai.

Jelas. karena di stasiun ini terdapat kereta antar kota dan kereta bawah tanah.

Dari sana kami naik kereta bawah tanah menuju Nagoya.

Agak nyasar nyasar. Tapi akhirnya ketemu juga.

Wihhh. Nampaknya Nagoya kota yang seru.

Sayang kami sampainya malam.

Jadi banyak perkantoran, restoran dan toko yang udah tutup.

Hotel kami, Washington Hotel Plaza, gak jauh dari stasiun kereta bawah tananhya.

Seperti biasa. Kamar standard yang kecil imut namun resik.

Jadi inget taun lalu liburan ke Eropa..

Eropa itu mahal biaya hidupnya.

Makanya kami juga kesusahan cari hotel nyamun tapi pas di kocek.

Hotel yang kami dapet rata rata.. Adeuh.. Sama kostan temen gue aja masih bagusan kostan dia.

Tarif standar yang 1,8 juta aja dapetnya masih hotel pinggiran.

Jauh dari nyaman. Fasilitas pas pasan.

Esensinya memang bukan di hotel.

Tapi jalan jalannya. Menikmati Eropanya.

Tapi lagi, kan pengen juga setelah seharian capek keliling kota pulang ke penginapan bisa istirahat dengan nyaman.

Ini mah, beuh..

Lucu dan seru sekali kalau inget itu :)

By the way,

Gue mau tidur dulu. Semoga besok menyenangkan! Amin







Day 1: Kansai



Ohayo gozaimas! :D

What a proper sleep! :D

Ngaco deh.

Begitu buka mata, gue ngebatin

"buset.. Udah di Bandung lagi aja gue..".

Beranjak dari kasur dan melongok keluar jendela ada pemandangan gunung dan komplek rumah yang ber- blok blok.

Masih belum ngeh.

Gue ke kamar mandi dan banyak menemukan huruf kanji di beberapa petunjuk pemakaian alat.

O i y a a a a!

Gue di Jepaaaang! Hahahahaha!

..................

Saking enaknya istirahat semalam gue kesiangan.

Euh, memang selalu sih... -_-*

Gue berendam air hangat sebelum mandi.

Sedangkan Andri ke tempat fitness untuk treadmill dan sauna.

Malamnya setelah check in di hotel dia sumringah banget begitu tau ada tempat fitness.

Ya maklum. Hidupnya teratur. Gak seperti istrinya yang gak karuan.

Hehehehe..

Tepat jam 11.00 turun ke lobby menemui yang lainnya.

Foto foto sebentar di lobby.

Keluar hotel menuju stasiun kereta.

Ada 3 jenis kereta di Jepang.

Kereta bawah tanah, rel tengah, lalu rel atas.

Kereta rel atas biasanya digunakan untuk rute jauh.

Sekarang gue udah berada di dalam kereta menuju Osaka.

Oiya. Tiket kereta udah di booked dari Jakarta.

Menurut info, harganya jadi lebih murah.

Karena kami pesan tiket kereta untuk dipakai selama seminggu berada di Jepang.

Perjalanan dari Kansai ke Osaka ditempuh satu jam dgn kereta ini.

Seneng gue sama keretanya. Bersih, nyaman, kedap suara.

Gak berasa lagi naik kereta!

Beda sama kereta kereta di Indonesia yang berisik dan, ah..

Selalu kalau soal Indonesia mah, mengecewakan! :(


Lagi lagi gue dibuat kagum ngeliat pemandangan di luar.

Rumah rumah di Jepang sederhana bentuknya tapi apik.

Apartment Apartmen kecil pun nampak rapi dan bersih.

Ini yang penting. Balkon tempat mereka menjemur pakaianpun keliatan rapiiiiii sekali!

Hahaha! Segitu takjubnya sampe tempat jemuran gue bahas.


....................


15.24

Gue baru sampai di Hotel Wing International - Osaka.

Banyak hal lucu sepanjang perjalanan ke hotel tadi.

Di stasiun, ada petunjuk (dalam bahasa inggris) menggunakan Lift bagi yang membawa koper.

Masuklah kami berenam ke dalam lift.

Semua bertanya tanya "kita ke lantai berapa nih?"

Cuma ada tombol angka 1 dan 3.

Kami semua gak paham kita ada di lantai berapa.

Salah satu saudara gue terus terusan pencet tombol angka 3.

"Abisnya mencet angka 1 liftnya gak mau nutup juga nih".

Semua bingung.

Liftnya belum bergerak juga.

Istrinya saudara gue kemudian heboh "lhooo kita ini udah ada di lantai tiga taaaauuuukkk!".

Semua ngakak. Hahahahahahaha!

Pintu lift kebuka. Satu persatu dari kami keluar.

Yang nyebelin, pintu liftnya cepet sekali nutup.

Jadi tiap satu orang harus ada yang nahan supaya pintu lift tetap terbuka.

Itupun agak susah.

Kelima dari mereka udah berhasil keluar. Gue belakangan masih di dalem lift.

Gak selamet keluar dari lift karena gak ada yang nahan tombol.

Pintu lift nutup dan liftnya langsung bergerak turun.

BANGKEEEEEEE!

Gue kebawa ke lantai 1!

Ketawa sendiri gue di dalem lift. Hahahahahahaha!

Yang bloon gue, atau liftnya sih??!

Setelah berhasil lagi naik dan keluar di lantai 3 semua ngetawain gue.

Bener bener lift yang aneh...

Kami gak berenti ketawa.




...............


Mulai kelaparan. Ada toko makanan di depan kami.

Karena dirasa santai, kami duduk duduk di ruang tunggu sekalian mau liat liat makanan apa aja yang dijual di situ.

Segala macam sushi, bento, kue kue, minuman, puding, cokelat, semua ada.

Gue bengong liat bentuk makanan makanan itu.

Ya Allah Gustiiiii... Menarik semua amaaaaaaat!

Mau mati liat kemasan dan bentuknya!

Gimana caranya mereka bisa menghasilkan makanan selucu ini, sih?!?!

Semua lucu dan menarik bangetttt.

Rasanya pengin gue borong dan makan semuanya.

Tapi ga mungkin la yaa..

Untuk mengusir rasa dingin, gue beli Nigiri, puding caramel dan teh panas.

Selesai dari situ kami naik ke atas untuk naik kereta lagi menuju hotel.



................




Lagi lagi kebingungan, dimana loket tiketnya.

Loket tiket sih banyak. Tapi beda rute, beda pula loketnya.

Mau baca direksi, hurufnya kanji semua blassss.

Gak ada bahasa inggris.

Andri berinisiatif bertanya kepada perempuan yang lagi beli tiket.

Bisyee aje dia nyari objek yang ditanya -_-*

orang Jepang terkenal nasionalis.

Jarang ada yang fasih berbahasa inggris.

Makanya agak buang waktu kalau harus bertanya atau baca peta.

Karena kendala bahasa tadi.

Tapi orang Jepang ramah ramah dan penolong sekali.

Walaupun mereka susah ngomong bahasa inggrisnya, tapi mereka mau berusaha nolong.

Entah dengan bahasa tubuh, atau dia rela lari lari nunjukin dan ngarahin jalan.

Atau ada lagi yang bantu kita dengan bertanya lagi ke security.

Sumpah, baik banget.

Beda dengan di Eropa kemarin.

Di Roma dan Paris terutama.

Manusianya angkuh dan kurang ramah.

Baru juga "excuse me....", udah ngasih tangan sambil buang muka.

Padahal mah mungkin doi gak bisa bahasa inggris.

Hahahaha!

Bersyukur di Jepang, walaupun kesulitan bahasa tapi manusianya lebih beradab.

Kalau nolong gak nanggung nanggung.


........................

By the way. Hotelnya enak. Kecil tapi nyaman dan bersih.

Fasilitasnya lengkap.

Ada free wifi. Tapi cuma di lobby.

Konon katanya, di Jepang ini sekalipun elo nginepnya di motel pun bersih dan nyaman.

Bahkan katanya, hotel hotel tempat uhuk uhuk-pun, itu bersihhhh.

Udah ya. Gue mau bersiap melanjutkan jalan jalan lagi.




















Headed for Japan


18.30 pm



*kebangun karena kebelet pipis*

Barusan aja ada pengumuman bahwa pesawat akan mendarat dalam dua jam kedepan.

Gue nengok ke samping kiri jendela..

Subhanallah..

Langit sorenya cantikkkk!

Perlahan tapi pasti, matahari menenggelamkan diri dan berganti posisi dengan sang malam.

Ah.. Sayang gue gak pandai mendeskripsikan keindahan yang gue liat dengan mata ke dalam kata kata..

Yang gue liat, gradasi warna abu gelap, biru muda, kuning muda, lalu kuning tua sampai ke abu gelap lagi, itu luar biasa indahnya.

Sempet gue foto pake ipod. Lumayan.

Gue raba kaca jendela pesawat.. mulai terasa dingin.

Ternyata udah ada serbuk es nempel di jendela pesawat.

Jepang mulai memasuki musim semi. Udah gak ada salju.

Tapi masih dingin tentunya.

Kalau gue tekan jendela pesawat kedengeran bunyi "kresss" nya -_-*

Satu jam lima belas menit lagi kita mendarat.

Gue gak sabar liat kota Osaka (dan sekitarnya) :)



............................




Jam 21.43 kami mendarat di bandara Kansai, Jepang.

Setelah urusan imigrasi dan bagasi baru bisa keluar jam 21.30.

Tujuan kami langsung ke hotel Best Western di Kansai.

Menurut jadwal, shuttle bus dari airport ke hotel tiba jam 11.00.

Di luar kami ketemu lagi dengan ibu dan anak asal Jakarta yang tadi satu pesawat.

Rupanya tujuan kita sama: Best Western Hotel.

Selama nunggu bus dan sepanjang perjalanan ke hotel kami ngobrol seru.

Dia berbagi pengalaman tentang Jepang.

Rupanya si ibu sering ke Jepang.

Ikut suami bertugas.

Karena udah hampir tengah malam, jadi gak ada lagi pemandangan yang bisa diliat kecuali jalan toll.

Gue kalau ke luar negeri suka sekali merhatiin tata kotanya.

Jalanannya, gedung gedungnya, fasilitas umumnya, dll.

Kebetulan, negara yang pernah gue datengin adalah negara negara maju.

Yang rapi, bersih, tertib dan teratur, disiplin dalam segala hal.

Entah kenapa negara kita susah disiplinnya.

Semua serba gak pada tempatnya.

Suasana malam di Osaka sangat tenang.

Gak banyak mobil yang masih lalu lalang jam segitu.

Akhirnya kami sampai di hotel juga.

Rasa ketidak sabaran gue bercampur.

Antara gak sabar mau istirahat dan gak sabar mau jalan jalan besok paginya.









Headed for Japan


9-3-12 15.50 pm




Masih dalam pesawat.

Gue tertidur sejak pesawat take off. Kan belum cukup tidur :p

Lumayan dapet dua jam tidur.

Begitu buka mata, pas banget para flight attendant lagi 'buka lapak' makanan dan minuman :D

Waktunya makaaaan..!

Buru buru gue buka lembaran menu.

Gue suka sekali makanan pesawat.

Biasanya penerbangan rute internasional makanannya sehat sehat.

Tau dari mana kalau sehat?

Karena makanannya minim bumbu.

Bahkan gak pake bumbu sama sekali.

Kecuali garam dan lada.

Lalu kebanyakan jenis makanannya yang gak digoreng.

Cuma di panggang, kukus dan rebus.

Contoh, makanan yang barusan gue makan : Chicken Ala Kiev.
Terdiri dari dada ayam, wortel, kentang, dan brokoli yang semuanya dikukus.

Mantab kan! :D

Rasanya cuma pas saat naik pesawat gue mau makan makanan sehat..

Kalau Andri ga usah ditanya lagi. Dia mah jelas girang nemu makanan sehat.

Gue naik pesawat Air Asia Airbus A330.

Murah meriah. Hehehe.

Tapi pesawatnya enak kok.

Awak pesawatnya cantik cantik dan tampan tampan.

Ramah. Helpful.

Masih ada 3 jam sisa perjalanan udara menuju Kansai - Osaka.

Gue mulai bingung mau ngapain lagi.

Tidur udah. Makan dan minum susu udah. Baterai iPod mulai tiris.

Andri lagi asik ngobrol sama penumpang dikursi sebelah.

Seorang bapak dengan istri dan anaknya. Sama sama asal Jakarta.

Andri itu orangnya supel. Bisa cepat interaksi / kenalan sama orang lain dan akhirnya terlibat obrolan panjang.

Kadang malah pertemuannya berlanjut di lain hari.

Makanya dia punya pengalaman pacaran sama pramugari karena supelnya itu.

Hahahahah!

Im not making this up. Its a true story! :D

Beda dengan gue. Gue mah pemalu. Minderan. Butuh waktu lama untuk bisa berinteraksi dengan orang lain.

Tapi kalau udah berhasil ngobrol sama gue, elo sendiri yang kewalahan deh.

Ngemeng muluu. Hahahahaha!

Btw, gue mau tidur lagi dulu.




Having the day off :)



Jumat, 9-3-12



Lagu Melayu membangunkan gue dari tidur yang nanggung.

Nanggung karena jam 2 baru bisa tidur, dan..


Daaammmn.. Kesiangaaan!

Gue lupa ganti pengaturan alarm. Hari ini bukan hari biasanya ngantor.

Hari ini gue dan suami mau liburan ke Jepang, yeay!

Gue bangunin Andri lalu sama sama bergegas mandi.

Sampe ribet berebut kamar mandi :p

Masih ada waktu utk dandan, utk ngatur ulang isi koper, dan hand over urusan rumah sama pembantu.

Jam 5.30 am kami dianter Nirwan menuju bandara.

Tiba di Terminal 3 Soekarno Hatta jam 7.30.

Dengan Air Asia tujuan KL Intl Airport untuk transit kira kira 1 jam.




Siap boarding :D














Bersama pasangan lainnya: Mas Donny, Mbak Ika, Mbak Woro, Mas Riza.







Harusnya kami ke Jepang bersepuluh.

Tapi sayang yang empat orang batal pergi karena urusan keluarga masing masing yang gak bisa ditinggal.



Sekarang gue dan lima lainnya sudah di dalam pesawat menuju Kansai Osaka.

Cuaca diatas Kuala Lumpur sejauh ini cerah ceria.

Semoga keceriaan juga menyertai perjalanan gue dan sodara sodara gue.

Untung ada iPad.

Gue bisa langsung nge-draft tulisan tentang perjalanan liburan ke Jepang dan tinggal posting begitu ketemu free wifi :)

Liburan ke Eropa tahun lalu gak tuntas gue tulis karena kendala koneksi dan ribet kalau harus buka laptop.

Selebihnya sih karena... Keburu males ngetik lagi. Hahaha!


31.12.11

Jelang 2012


Good day!

We are almost in the end of the year 2011.

Gue tipe pribadi yang gak suka merencanakan hidup.

Dalam hidup kita senang, sedih, gembira, kecewa, putus asa, tertekan, senang lagi, sedih lagi.

Kesenangan tentu membuat gue bahagia.

Yang sedih-sedihnya gue jadikan momen untuk gue sebagai proses pendewasaan diri.

Gue pernah membuat resolusi. Kayak orang orang tuh.

Tapi kenyataannya sering meleset. Bahkan gak tercapai.

Hal yang gak gue sebutin dalam daftar resolusi malah terjadi bahkan jauh lebih menyenangkan.

Contoh: pergi liburan keliling Eropa. :)

Sejak itu gue gak mau lagi membuat resolusi akhir tahun.

Tapi lebih kepada menjalani sebaik mungkin apa yang ada dihadapan gue.

Siang ini 31 Desember 2011. Gue terkapar payah di kasur karena kebagian jatah datang bulan.

Bulan kalau udah dateng ngerepotin gue soalnya.

Gak bisa ngapa-ngapain. Nyebelin ya.. :D

Jadi dipastikan gue dan suami gak akan melakukan hal apapun kecuali santai di rumah untuk melewati malam pergantian tahun.

Esensinya bukan di situ.

Tahun baru gak akan ada artinya kalau jiwa dan semangat kita nggak baru.

Standar dan klise. Tapi gue tetap akan sampaikan doa ini..

Selamat tahun baru 2012!

Semoga menjadi tahun yang selamat dan penuh berkah.

Serta SEMUA impian dan harapan kita tercapai di tahun 2012, 2013, 2014, dan seterusnya.

Amin.


;)














28.11.11

Andai bisa kirim surat, mungkin begini isinya...


Pak..

Apa kabar?

It's been a year since you're not around ya. Perasaan Sty masih sama seperti dulu, kita cuma lagi pisah rumah. Setiap kali pulang atau mau nginep ke rumah Ampera, Sty masih selalu cari Bapak. Kirain sih lagi tidur, atau jalan-jalan naik motor. Malah kadang Sty suka samperin kamar Bapak, siapa tau lagi tidur ngorok. Nggak ada juga.. Belakangan baru yakin, Bapak udah nggak disini lagi. Sty cuma bisa bengong kemudian buru-buru istigfar...


Gimana di sana Pak? Senang ya? Perasaan anteng amat.. Saking senangnya di sana sampe jarang banget nemuin Sty. Sering-sering kek mampir.. walaupun itu cuma mimpi.. Seinget Sty, pernah kita ketemu di mimpi, Bapak nampak sehat, ceria dan jauh lebih muda :)


Sty susah nih sekarang. Gak ada tempat bertanya seputar Bahasa Inggris atau Arab. Mas Andri, yang percakapan Inggrisnya lancar, masih juga jawab 'nggak tau' kalau ditanya soal Bahasa Inggris. Sebel deh. Jujur, kalau udah gini Sty jadi nyesel luar biasa.


Nyesel dulu gak suka nyimak kalau Bapak ngajarin english grammar. Nyesel dulu selalu ngantuk kalau disuruh buka Qur'an dan terjemahnya. Padahal Bapak ilmunya lebih tinggi dari pada guru-guru yang pernah ngajarin Sty. Cuma Bapak satu-satunya orang yang selalu punya jawaban kalau ditanya! Mau itu pertanyaan serius sampai yang ngaco. Hehehe..


Tau nggak, Pak, Sty masih simpen surat-surat jaman Bapak masih kerja di tengah laut. Sekitar taun 99 - 2000 kalau nggak salah ya. Nggak cukup hanya komunikasi di telfon, jadinya kita surat-suratan. Email belum terlalu ngetrend saat itu. Lagi pula Sty masih gatek. Hahaha! Si Mama yang kasih surat-surat itu. Sebulan setelah Bapak pergi. Tapi baru beberapa hari kemudian Sty beranikan diri untuk buka surat-surat itu. Baru baca satu lembar surat Sty udah nangis.. Maaf ya Pak. Sty tau Bapak kan paling gak suka liat anak-anaknya cengeng.


Sty inget sekali. Saat itu harusnya Bapak udah nggak diperbolehkan lagi naik ke offshore. Karena usia Bapak memasuki 60 tahun. Batas usia maksimal kerja di offshore adalah 60. Tapi akhirnya Bapak maksa ke Bosnya Bapak untuk memperkerjakan Bapak lagi. Dengan alasan mau menyelesaikan sekolah Isty dan Lia minimal hingga lulus SMU. Dulu Sty masih remaja, nggak mau tau dan nggak ngerti gimana susahnya hidup. Jujur, dulu Sty kesel begitu tau bahwa Sty nggak bakal bisa nerusin sekolah sampai perguruan tinggi. Sty minder sama temen-temen yang bisa kuliah. Sty pengen nyalahin, tapi nggak tau mau nyalahin siapa. Belakangan Sty sadar, Bapak dan Mama udah berusaha sekuat mungkin nyekolahin Sty dan Lia. Sty harus bersyukur.


Walau keinginan untuk kuliah besar sekali, tapi Sty nggak bisa memaksakan keadaan. Sty inget kata-kata Bapak yang membesarkan hati Sty. Waktu itu Bapak bilang.. "Keturunan gua pinter-pinter, walaupu pinternya nggak harus lewat bangku sekolah..". Dari situ Sty bertekad, gimana caranya supaya Sty bisa punya wawasan dan pengalaman hidup yang bermanfaat buat Sty ke depan tanpa harus kuliah. Sampai akhirnya Bapak 'nyodorin' Sty ke Om Halim untuk bekerja di perusahaannya. Sty nggak punya bekal pengalaman kerja, cuma berbekal keterpaksaan. Saat itu dimana teman-teman lain lagi enjoy-enjoynya kuliah, Isty mah kerja. Bahkan kerja di bidang yang bukan Sty minati. Tapi Sty selalu inget nasehat Bapak "Belajar bisa dimana dan dari mana aja". Sty mulai enjoy bekerja.. Apalagi setelah nerima gaji :)


Waktu itu usia Bapak masuk ke.. 62 ya kalau nggak salah. Akhirnya Bapak pensiun dari NBC lalu diajak Om Halim kerja di perusahaannya. Demi kelangsungan hidup kita, Bapak rela untuk kembali bekerja di usia 62. Tapi Sty liat Bapak enjoy. Itulah yang selalu Sty tiru dari Bapak. Asal ikhlas, semua keterpaksaan akan terasa nikmat dijalani, ya Pak :) Pun Isty akhirnya bekerja di kantor yang sama. Inget banget deh, Pak, dulu waktu kita masih sekantor. Pulang - pergi kantor sama-sama. Kita naik bis 116 jurusan Tg. Priok - Blok M. Supaya nggak telat masuk kantor, kita harus pergi agak pagi. Cuma satu kali naik bis tapi dengan rute yang agak muter-muter.


Kalau abis gajian - masih banyak duit - kita belagu - naik taksi ke kantor. Atau nge-bis dengan rute yang berbeda, dengan resiko ongkosnya jadi lebih mahal dari naik 116. Masih lekat di kepala Sty. Sore itu kita pulang kantor hujan deras, tapi kita udah pengen banget pulang. Nunggu bis 116 di halte Palbatu, haltenya bocor, sana sini kena tetesan air. Hujannya pun tampias. Jalanan macet. Itu sebabnya bis 116 nggak muncul-muncul. 2 jam lebih kita berdiri di halte itu setengah basah dan kedinginan. Mau naik taksi tapi tanggal tua. Hahahaha.. sedih banget ya, Pak. Sty nggak akan bisa lupain kenangan itu, Pak.


Sekarang bis 116 udah nggak beroperasi lagi. Kenang-kenangan banget tuh. Setelah Sty nikah kita nggak bisa berangkat sama-sama lagi ya, Pak. Tapi Sty bangga. Karena Sty naik derajat! Dari yang tadinya naik bis agak butut, berganti naik bis yang lebih besar, nyaman, ber-AC : TransJakarta alias TJ alias Tije. Lalu setelah Sty dan Mas Andri pindah rumah ke BSD, makin naik lagi derajat Sty: naik KRL AC! Hahahaha!
Enak Pak! Dari rumah ke Manggarai cuma 1 jam tanpa macet, bisa tidur nyenyak. Sty yakin deh kalau waktu itu Bapak nyobain naik KRL pasti seneng jugak :D


Sekarang Sty jarang naik angkutan umum lagi, Pak. Sty resign dari kantor Om Halim pindah ke kantor baru yang letaknya nggak jauh dari kantor Mas Andri. Jadi setiap pagi Sty bisa pergi bareng Mas Andri naik mobil. Suka terenyuh deh kalau liat orang berdiri di halte nunggu bis, inget waktu kita sama-sama suka naik bis dulu.. :)


Pak.. Sty kangen.
Kalau kangen Sty jadi cengeng. Tapi cengengnya Sty jangan dijadikan halangan untuk jalan Bapak di sana ya.. Karena biasanya setelah mewek kangennya ilang. Lega. Semua rasa kangen Sty tersalurkan keluar lewat air mata dan doa tentunya..


Kadang kalau Sty lagi galau rasanya pengen nyusul Bapak aja kesana..
Tapi Pak, Sty belum punya bekal yang cukup untuk kesana. Nggak kayak Bapak, waktu pergi Bapak keliatan santai banget kayak nggak punya beban. Juga gak ngerepotin banyak orang. Itu semua karena Bapak udah punya bekal yang banyak. Tau nggak, Bapak mah nggak kayak orang sakit parah waktu di ICU. Sty kesel sama dokter waktu bilang "Harapan Bapak sangat tipis". Ngaraaang! Orang lagi tidur nyenyak gitu kok.. tenang.. bersih.. nggak ngorok pula seperti biasa Bapak tidur. Si Mamah bilang, terakhir sebelum serangan stroke itu dia merasa dibahagiakan sama Bapak :)


Kebiasaan Bapak selama berada diantara kami adalah Bapak paling nggak suka ngerepotin orang, alias JA-IM. Sok kuat padahal lagi sakit. Si Mamah cerita, waktu tubuh Bapak mati rasa sebelah, Bapak dengan sok kuatnya bercermin dan stretching. Seolah menunjukan "saya nih nggak apa-apa loh". Cuma sayangnya waktu itu mulut Bapak udah 'mengsong'.. Jadi susah ngungkapin apa yang Bapak rasain..


Terakhir waktu di UGD, pas banget Sty sampai, Bapak lagi dipasangin alat bantu pernapasan. Tapi tangan kanan Bapak selalu berusaha nyopotin alat-alat itu. Ngeselin deh liatnya, Pak. Pengin sekali Sty marahin Bapak "Bapak tuh sakit, perlu dibantu! Jangan bandel kenapa sih!". Ditengah-tengah perawat yang sibuk masangin alat bantu pernapasan, Sty liat air mata jatuh dari kedua mata Bapak.. Tapi Bapak nggak bisa ngomong apa-apa.. Sty nggak tau itu air mata kesakitan karena serangan di kepala.. atau itu air mata bahagia karena Sty akhirnya datang ke RS? Semua orang bilang Isty harus kuat, tapi, aaaargh!


Pak..
Kami semua dalam keadaan sehat. Si Lia mau nikah, Pak! :)
Nambah lagi deh saudara laki-laki di keluarga kita. Sty begah karena sedih ditinggal laki-laki mulu. Walaupun kalian nggak tergantikan, tapi mudah-mudahan Allah memberikan penggantinya sebaik kalian. Yang bisa menyayangi Sty, Lia dan Mamah.

Salam sama Nenek Kakek, Opa Oma, Alvin, Ade dan Ibob ya Pak..
Semoga Allah SWT senantiasa memeluk kalian dengan penuh kasih..




Love,
Isty




12.11.11

Deal with the trauma..




Sejak RS. Mitra Keluarga Kelapa Gading berdiri, semua keluarga gue langganan berobatnya kesana.

Satu-satunya RS besar dan lengkap yang jaraknya deket dari rumah.

Setelah menikah dan tinggal di Jaksel pun gue masih setia berobat kesana.

Gue, adik gue, bokap gue, masing-masing sempet ngerasain 'check in' disana.

Sampai akhirnya ada kejadian stroke yang menimpa Bokap bulan September 2010 lalu.

Bokap koma dan dirawat 5 hari di ICU sampai akhirnya meninggal dunia...

Sejak saat itu, jangankan menginjakkan kaki, lewat sekitar Gading Batavia aja gue ogah.

Terlalu sakit.

Drama memang. Masa bodo.




Tapi malam ini TERPAKSA gue harus ke RSMKKG untuk jenguk si Lia yang dirawat karena typus.

Gue harus lawan trauma psikis ini.

Begitu masuk pelataran parkir gue deg-degan.

Masuk ke lobby sampai akhirnya naik ke lantai 3 makin deg-degan setengah mati.

Ngiluuuuuuuuuu banget!

Gue temui nyokap dan Lia di kamar.

Buset..

Gak tahan..

Gue pamit ke toilet dan mewek di dalem.

Mas Andri yang akhirnya ngingetin gue untuk istigfar.

"Mami aja kuat".. Kata Andri.

Bener.. Keliatan dari rautnya, nyokap gue berusaha nahan sekuat mungkin untuk gak inget-inget kejadian taun lalu.

Gue dateng udah agak mepet jam 9.

Jam 9.00 suster jaga dateng untuk ngasih tau jam besuk udah abis.

Lega.

Gue pengen buru-buru keluar dari situ.



Pulang.. sisa tangis gue tumpahkan ke Mas Andri..



Astagfirulloh...


Begini ternyata rasanya trauma...


















8.8.11

Back To Work


Setelah 6 bulan ngerasain nikmat dan gak nikmatnya jadi pengangguran, akhirnya gue memutuskan untuk kembali bekerja.

Antara niat dan enggak saat itu, tiba tiba ada tawaran kerja.

Hanya melalui satu kali interview gue langsung diterima bekerja di perusahaan baru ini.

Perusahaan yang bergerak di bidang jaringan telekomunikasi di bilangan Pondok Indah.

Rejeki.. :)

Karena sebelumnya gue sempet beberapa kali memenuhi panggilan interview.

Tapi selalu gak lolos. Bagus juga sih gak lolos. Kantornya jauh.

Gue nyari yang deket sama rumah.




Katanya mau jadi IRT sejati??

Awalnya sih begitu.

Tapi ternyata setelahnya tau gimana rasanya jadi IRT, gue mulai jenuh.

Gimana enggak. Hampir 8 taun gue kerja.

Teman teman, suasana kerja dan beban kerjaan yang kadang bikin eneg.

Semua suka dan dukanya deh, ternyata itu semua ngangenin! :D

Bukannya gue males untuk urusan rumah tangga.

Gausah gue jabarin disini ya. Panjang urusannya kalau mau bahas emansipasi.

Yang terbiasa kerja pasti tau gimana rasanya yang tadinya bekerja lalu tiba tiba jadi IRT.

Atau mungkin panggilan jiwa untuk jadi IRT seutuhnya, belum sepenuhnya bisa gue jalani.

Suatu hari nanti sih gue mau mengabdi untuk rumah tangga dan anak anak. Pasti itu.

Amin..




Katanya mau fokus program hamil??

Iya.

Tapi dipikir pikir, jalanin program hamil bukan berarti gue ngejedog di rumah aja toh?

Dan waktu itu belum terpikir untuk nyoba keahlian lain.

Akhirnya gue putuskan untuk kerja lagi tapi cari kantor yang jaraknya gak jauh dari rumah.

Posisi pekerjaanpun jadi pertimbangan.

Gue gak mau yang terlalu serius.

Gak mau yang menyita waktu dan tenaga banyak.

Bukannya males. Tapi karena pertimbangan fisik.

Ada satu orang temen, namanya Priesta, yang dulu pernah sama sama bekerja di perusahaan yang lama.

Informasi lowongannya gue dapet dari dia.

Kebetulan untuk posisi Receptionist dibutuhkan mendesak.

Gue gak keberatan dgn posisi itu. Enak malah. Bisa eksis.

Wong kantornya bagus dan banyak manusia lucu lucuuuuuu..

Hahahahaha! Teteeeeup :p

Cuma satu kali interview dan gue diterima kerja.

Gue gabung di perusahaan itu per tanggal 1 Agustus 2011.

Hari pertama kerja gue bertepatan dengan hari pertama puasa.

Senang! :)

Mudah mudahan bisa nemu pengalaman dan ilmu baru.

Nanti di posting lain gue cerita cerita deh tentang rutinitas di kantor.