Showing posts with label Tragedy. Show all posts
Showing posts with label Tragedy. Show all posts

19.1.09

Again, Depo Pertamina Plumpang blewing up!






Saat itu gue baru aja beranjak ke tempat tidur.

Mata ngantuk... tapi kok kayaknya blm bisa tidur.
Gak lama kemudian telpon masuk dari nyokap gue.


"ti.. tangki pertamina meledak dan kebakar...!"

Duhhh! Shock gue dengernya. gimana engga.. lokasi Depo Pertamina Plumpang itu berada gak jauh dari rumah ortu gue.

Yang mereka takutkan klo ada ledakan susulan ke kilang2 lainnya.
Abis lah itu Depo jadi lautan api. Wajar klo mereka agak panik...

Malem itu Lia dan nyokap gue lagi ada di Mal K. Gading. Dan mereka gak tau sampai akhirnya Lia dapet sms dari orang kantornya. Untung juga udah selesai makan, makanya mereka buru2 keluar menuju pulang.
Suasana di MKG masih tenang. Jalanan jg mashi lancar.

tapi begitu arah Kelapa gading Boulevard mulai macet.
Mereka melalu tol. tapi ternyata juga gak bisa turun melalui pintu keluar tol arah Plumpang.

Polisi memblokir jalan. Akhirnya mereka di alihkan ke Ancol. Sedangkan posisi rumah gue berada gak jauh dari Exit tol plumpang.
Lia bilang, ongkos taksi termahal dari K. Gading krn rutenya jd agak jauh. hehehe.
Biasanya cuma Rp. 25rb.. malem itu bayar taksi jadi Rp. 70rb :D

Alhamdulillah semua bisa terlewati. Walopun rasanya sangat2 mencekam....

Orang2 kalut, ngungsi ke tempat yg dianggap aman, dan nyokap gue salah satunya yg kalut. Gak brenti2 nya berdoa smoga apinya cepat padam.

Salah satu doa nyokap yaitu turun hujan. Biasanya klo hujan turun takutan banjir, kali ini malah sengaja memohon supaya paling ngga ngebantu madamin api yg berkobar hebat.

Ini kejadian yang kedua kalinya yg pernah terjadi.
Yang pertama waktu tahun 2002.

Saat itu juga gue dalam perjalanan pulang dari les bahasa inggris di sekitar kelapa gading.
Gak biasanya.. macet mulai dari jl. Boulevard menuju By Pass Yos Sudarso.
Ternyata begitu mikrolet gue sampai di sekitar wilayah Sunter.. baru tau dari orang2 yg mengerumun disana klo Depo BBM Pertamina meledak dan terbakar hebat!

Tahun ini ternyata kejadiannya terulang lagi. Parah...
Pertamina punya banyak Depo. Depo Pertamina Plumpang ini salah satunya yg terbesar.
Disini memasok BBM ke seluruh Jabodetabek bahkan Jawa Barat dan Kalimantan. Juga untuk kapal2 tangker yg sandar di Pelabuhan Tg. Priok.

Bayangin, betapa vitalnya tempat ini. belum lagi bnyk rumah2 yg dibawahnya tertanam pipa minya. Klo sampai ada insiden bukan cuma pihak yg terkait yg rugi.
Masyarakat biasa jg terancam keselamatannya.
*kontraktor tempat gue bekerja salah satu proyeknya bikin pipa bawah laut untuk mengaliri BBM ke Depo Plumpangn loh* :D
Selain kebakaran, Depo ini juga pernah kebanjiran waktu 2007 lalu.

Fyuugh... semoga setelah ini ga ada lagi kejadian2 serupa.
Semua-pemerintah ataupun pihak pertamina udah menjamin bahwa gak akan ada kelangkaan BBM setelah kejadian ini.
Yg pasti quality control pihak pertamina terhadap Depo2nya hrs lebih di tingkatkan lagi.

21.7.08

Gali kubur sendiri...



Sabtu kemarin (19/7), semua tayangan berita menayangkan berita tentang EKSEKUSI MATI.

Tepatnya 2 kasus. Kasus yg satu adalah kasus pembunuhan satu keluarga (swami, istri, dan 2 anaknya, serta 1 keponakan) yg dibantai oleh keluarga juga-swami, istri, anak, serta seorang sanak famili juga Kejadiannya pada bulan Agustus thn 1988. Motifnya masalah hutang piutang. Akhirnya pelaku di hukum MATI setelah sebelumnya dikurung 20 tahun penjara. 1 dari terpidana mati sudah di eksekusi thn 1992-yaitu sanak famili yg membantu aksi pembunuhan. Lalu sang swami lebih dulu meninggal di dlm penjara thn 2000 something. Jadi thn ini-2008 waktunya eksekusi mati dilakukan.


Berita 1nya asalnya dari dukun palsu yg meng-claim dirinya bisa mengeluarkan harta dari perut bumi. Klo gak salah kasus itu terjadi di awal tahun 2008 ini. Correct me if i'm wrong.

Pasiennya dibunuh dgn cara diracuni, lalu dikubur di area sekitar tempat tinggal si dukun. tragis. Hari gini masih ada yg percaya sama kemampuan manusia yg ngakunya bisa mendatangkan duit atau harta tanpa kerja keras secara nyata. Salah syapa coba?? Yang jelas 22nya ngaco!

Naudzubilahmindzalikh....


Lengkapnya baca aja berita ini.


Gue gak bisa bayangin gimana perasaan mereka (para pelaku) yg akhirnya mengetahui bahwa mereka sudah menjemput ajalnya sendiri scara sadar!

1 sisi gue prihatin, apalagi ngebayangin perasaan keluarga yg ditinggalkan.

But somehow, mereka sudah tega menghilangkan nyawa orang lain. It's really not forgiven!

Semoga mereka diterima Allah SWT. Krn memang di 'sana' lah pengadilan yg seadil2nya untuk mereka.


Ya Allah.. Lindungi kami semua dari segala mara bahaya....