26.3.12

Japan Day 7: Nagano



Sampai di kota Nagano jam 21.00.



Buset.. Nagano masih lebih dingin dari kota lain yang udah gue datangi.

Malah masih ada salju.

Nagano adalah kota kecil di bagian utara Jepang.


2 jam perjalanan dari Tokyo ke Nagano.

Itu kalau naik kereta. Naik bis mungkin bisa 4 jam lebih.

Kayak dari Jakarta ke... Cirebonkali ya?

Awalnya bingung juga kesini ini.. Kampung begini apa yang dicari ya..

Setelah nyari tau, ternyata yang menarik di Nagano (pas musim dingin ini tentunya) adalah main SKI.



Aaaaa..pah???



Buseng!

Udah mah baju gue gak lengkap untuk berada di tengah salju..

Disuruh nyoba main ski..

Ga sanggup daaaah!



Lalu dapet kabar kurang enak.

Rupanya hotel yang kita udah pesan itu jaraknya juaauh dari Nagano Station!

Gak bisa naik subway.

Dan kalau naik taksi kira kira biayanya bakal abis 500 rebu!

Dikali dua taksi.

Bisa belanja oleh oleh itu mah.

Bingung. Ragu ragu.

Akhirnya kami sepakat untuk pesan hotel baru lagi.

Ada hotel kecil di dekat stasiun. Namanya Abest Hotel.

840ribu satu malam. Lumayan.

Yang penting bisa tidur nyenyak aja dulu.

Urusan mau main ski dipikirin besok deh.

Mau bahas sedikit lagi tentang hotel.

Abest Hotel ini kecil banget kamarnya.

Tapi seperti yang sering gue tulis sebelumnya, walau kecil tapi fasilitasnya lengkap.

Di Jakarta, 800ribu fasilitasnya super standar.

Boro boro internet. Hair dryer aja pasti ga ada.

Di Jepang, 800 ribu tapi masih ada hair dryer, koneksi internet, kulkas kecil, lalu kualitas sabun dan shampo nya bagus.

Gue bisa rasain dari pengalaman gue keramas dan sabunan.

Tapi satu kesamaan nya sama Jakarta.

Sama sama ada saluran "tv dewasa" berbayarnya.

Hahahahahaha! Asoy. Uhuk! :p



...................





Menjelang tidur gue ngerasain perut bawah bagian kiri senut senut.

Entah karena capek atau apa.

Kayaknya nyeri berasal dari endometriosis.

Gue gak bawa obat penghilang nyerinya lagi.

Ganggu banget. Semalaman gue gak bisa tidur nyenyak :(



.........





Sekarang gue udah ada di kereta menuju ke Osaka.

Main Ski di Nagano, batal.

Jauh tempatnya.

Jadi kami cuma jalan jalan disekitar hotel.

Sekalian makan siang dan beli bekal makanan untuk di kereta.

Perjalanan Nagano ke Osaka 5 jam.

Kanan kiri gue adalah daerah kaki gunung.

Lembah. Ladang. Rumah penduduk.

Sebagian masih tertutup salju.

Indah banget pemandangan desanya.

Pemandangan begini biasanya gue liat di tv.

Sekarang ngeliat langsung :)


Euh.. Sebentar..

Kereta gue lagi berenti di Nagoya. Ganti masinis.

Sebelumnya lelaki. Sekarang perempuan.

Cantik. Imut.

Gile.. Takjub liatnya :D

model begini di Jakarta mah udah jadi artis kayaknya...


By the way.

Di Osaka kami nginep dua malam.

Ada waktu satu hari untuk jalan jalan di Osaka lagi.

Sabtu malam kami kembali ke Indonesia.

Ngomongin kepulangan nanti aja yaaa.

Biar gak sedih.




.........................





Back in Osaka!

Hotel yang sama di hari pertama kami sampai di Osaka: Wing Hotel.

Di deket hotel gue mampir di kedai kecil yang jual Takoyaki.

Dari sekian kali makan Takoyaki, di sini paling enak menurut gue.

Octopusnya gak amis.

Bisa berkali kali gue beli Takoyaki di situ.

Mabog, mabog dah :D

Masuk kamar gue langsung nyalain keran untuk ngisi bath tub.

Kalau hotelnya gak ada bath tub?

Ya cukup mandi air hangat.

Tiap malam gue usahakan berendam air hangat untuk ngilangin capek.

Seharian jalan badan serasa mau lepas dari bagiannya masing masing.

(nauzubilahmindzalig. ini cuma kiasan Ya Alloh)

Belum lagi kalau pindah hotel.

Harus geret koper naik / turun tangga sambil ngangkat koper.

Begitu terus tiap hari.

Karena hawanya berlibur, mood-nya riang.

Jalan kaki gak jadi beban.

Itung itung, olah raga. Gue di Jakarta gak pernah olah raga sekalipun itu jogging :D

Istirahat dulu ya. Besok kami masih harus jogging lagi.


Hahaiy!



...................................





Lastday in Japan


Exactly.

This is my last day in Japan.

I dont feel like going back to Jakarta.



Jadwal kepulangan kami nanti malam. Jam 23.30.

Gak ada agenda khusus di hari terakhir kami di Jepang.

Jam 9 pagi kami ketemuan di lobby hotel.

Gak seperti hari hari sebelumnya. Pagi ini semua nampak males malesan.

Bingung antara mau cari sarapan di luar lalu jalan jalan, atau stay di lobby hotel, atau sekalian nongkrong di bandara Kansai?

Hmm.. jadwal penerbangan kami sih, jam 23.30 :p

Selagi yang lain berunding mau menghabiskan waktu kemana, gue mojok di business corner.


Ngapain lagi kalau bukan.... Ngetweet.

Tapi gak lama kemudian gue dipanggil Andri.

Ternyata mau makan di hotel.

Kami gak pernah check in di hotel dengan sarapan dan makan siang/malamnya.

Toh, seharian kami jalan jalan.

Jadi, sejak hari pertama di Jepang belum sekalipun kami cicip makanan hotelnya.

Hehehehe..

Pagi itu, atas inisiatif bersama, jadilah kami sarapan di hotel .

Sistem buffet. Per orangnya ¥ 850.

Kalau sama minum jadinya ¥ 1000.

Sepadan lah, kami pikir.

Karena keliatannya makanannya enak enak.

Makanlah kami sepuasnya.

Makan sembari berunding untuk rencana selanjutnya.

Gue dan yang lain juga masih mau cari oleh oleh.

Yang laki laki masih tetep penasaran nyambangin toko elektronik dan toko kamera.

-__-*



Akhirnya kami putuskan untuk jalan jalan.

Koper dititip di receptions.



Kami ke daerah Namba. Ketemu toko elektronik.

Woo.. Para lelaki nampak bahagia banget. Keliatan dari matanya yang membelalak dan senyum yang sumringah.

Gue dan Ika coba telusurin toko toko sebelah, seberang, siapa tau ada yang lucu.. Nihil.

Ternyata kebanyakan toko elektroniknya.

Mau gak mau gue memaksakan diri untuk sok tertarik ngubek barang.

Ga percuma ternyata. Gue nemu barang yang emang lagi diidam.

Docking ipad.

Cek harga. Wow! Lebih murah dari pada di Jakarta!

Bungkus.


Lalu Andri. Kesengsem ipod nano / iWatch yang selama ini dipengenin juga.

Cek sana sini. Murah. Bungkussss.

Sepupu sepupu Andri begitu juga. Akhirnya belanja semua :)

Harusnya bisa ke beberapa tempat, malah keasikan disana berjam jam.

Sempat kami ketemu orang Indonesia. Anak ITB rupanya.


Ada ketengsinan sedikit, sebelum gue akhirnya tau bahwa mereka oran Indonesia.


Waktu lagi asyik liat liat speaker sama Ika, gue sempet berasa mules. Krn sebelumnya abis minum cappuchino segelas.

Gue bilang ke Ika "Duuh, giliran lagi begini malah mules. Ga tahan ih aku pgn boker!".

Di belakang gue ada cowok, muda, yang menurut Ika langsung nengok begitu gue ngeluh mules.

Kata Ika "Huss, mbak Isty, didenger loh. Pasti dia orang Indo".

Gue nengok. Iya sih, mukanya muka melayu. Ah, paling juga orang Filipina.

Yang udah udah selalu begitu. Krn mereka kan mukanya mirip orang kita.

Ternyata setelah selesai belanja, mereka masih pada berdiri di pintu keluar.

Salah satu dari mereka menghampiri si Mbak Woro (sepupu dari Andri).

"dari Indonesia juga ya? " tanyanya.


Gue dipelototin Ika! Seakan dia ngomong "apa kubilaaaang!".

Hahahahahaha!


Rupanya mereka anak anak Bandung. Ke Jepang dalam rangka dikirim untuk training dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Tengsin. Pas akhirnya ngobrol, berharap semoga dia gak ngebahas soal boker tadi :p




Jam 4.30 kami balik ke hotel. Beres beres sebentar. Memastikan ada barang yang masih bisa dimasukin ke koper. Lalu berangkat ke bandara.

Duuuuh.. Sudah mau pulang...


Gue nikmati benar jalan kaki dan jalan kereta. Dan gue gak ingin terlewatkan setiap pemandangan yang gue liat.


Jepang sangat menyenangkan. Orang orangnya, makanannya, hiburannya, fasilitasnya, semuanya.

Sayangnya masih banyak tempat yang gak sempat dikunjungi.

Semoga lain waktu bisa kembali lagi.


Jam 7.30 kami sampai di Kansai intl airport. Langsung ambil tempat untuk antri check in bagasi.

Sebelum boarding gue dan Andri masih sempat belanja utk terakhir kalinya.

Dimana lagi kalau bukan di dutty free :)

23:00 kami boarding. Waktunya pulang menuju Jakarta.

Sayonara, Japan!

I had veeeeeeeeery great time and looking for an opportunity to be back here again.





:)


















25.3.12

Day 6: Tokyo to Nagano



Rabu, 14-3-12



Hari ke enam di Jepang. Bangun paginya kurang enak.

Badan pegel pegel. Mata sembap.

Keburu buru. Sampe gak sempet masang soft lens.

Untung gue bawa kacamata..

Gue dan Andri sampai di lobby lebih dulu.

Waktunya kami pindah hotel dan pindah kota.

Tapi seperti biasa, titip koper dulu di hotel.

Di lobby ketemu seorang Ibu yang, semula gue kira dia orang Jepang.

Bahasa Jepangnya fasih banget.

Gara gara tegur sapa sama Donny, jadi tau kalau ternyata si Ibu orang Indonesia.

Fasih bahasa Jepangnya karena doi 3 tahun tinggal di Tokyo.

Ibu Anna namanya.

Pemilik bisnis kontraktor di Jakarta.

Nyambung bener..

Akhirnya duduk ngobrol dulu di lobby sama Bu Anna.

Orangnya seru dan heboh.

Pernah tinggal di Tokyo selama 3 tahun.

Dia hafal sekali Jepang dengan segala isinya.

Gak keberatan sama sekali untuk ditanya tanyai kami.

Dia bilang kami harus mampir ke Shibuya, Harajuku, Shinjuku.

Shibuya : Pusat belanja dan fashion yang setiap harinya selalu dipadati orang. Resto, shopping area, club, dll ada disitu. Dan tentunya ada patung Hatchiko yang fenomenal itu.

Harajuku: terkenal sama fashionnya yang unik unik dan banyak tempat belanja.

Shinjuku : Taman, mall, keren buat foto aja sih.

Berangkatlah kami ditemani bu Anna ke Shibuya lebih dulu.

Sekalian dia juga mau pergi belanja.

Naik JR Line kurang lebih 10 menitan.

Akhirnya ketemu juga gue sama (patungnya) Hatchiko :)

Legenda seekor anjing dan majikannya yang saking dramatisnya, sampai dibuat patung.

Banyak sih patung anjing di Jepang.

Tapi patung Hatchiko ini yang paling fenomenal.

Di Jakarta nama pahlawan lah yang dijadiin nama jalan..

Ini mah nama anjing. :D

Hebat!

Di depan patung Hatchiko berdiri, ada replika kereta api yang dulu sering ditumpangi sang majikan untuk pergi dan pulang kerja.

Karena stasiunnya udah berubah drastis, mau ga mau dibikin replika kereta biar lebih terasa memorinya.

Butuh penghayatan lebih untuk masuk ke dalam cerita legenda Hatchiko.

Karena Shibuya sekarang lebih modern.

Seru deh. Semua orang semangat foto disamping Hatchiko.

Puas foto foto. Kami menuju ke seberang.

Bu Anna ngomporin.

Nanti ada toko yang wajib cewek cewek sambangin!

Bukan cuma ada sih. Tapi banyak. :D

Terima kasih Tuhan, Kau pertemukan kami dengan Bu Anna.

Tinggal para suami yang senyum kecut.

Mukenye ga enak.

Seolah ngomong.. "Kampret bener nih ibu satu!"

Hahahahahahaha! :D


Akhirnya kami berpisah sama bu Anna.

Nomor telpon dan PIN BB beliau udah kami simpen.


Toko pertama, toko sepatu.

Sekelasnya sepatu Cihampelas deh, kalau versi Indonesianya.

Tapi keren keren.

Dan lo tau apa?

Gue ketemu Amy Search (dan keluarganya) lagi belanja sepatu disitu! :D

Awalnya gue ragu itu Amy.

Gue branikan diri untuk negur "are you Amy? Amy Search the singer?"

Sambil senyum manis dia jawab "Yes i am" :)

Langsung gue minta untuk foto bareng.

Gokil! Ga disangka!

Lebih ga sangka lagi, ternyata artis se-kawakan dia belanjanya di situ jugaaa..

Hahahahahaha!



Selesai urusan sepatu. Kami, para perempuan aja sih, masuk ke toko

Toko yang merk nya kita beli di Jakarta, lebih mahal. :p

6 lantai yang menggugah selera.

Puasssss Pokoknya.

Puas pusingnya maksud gue. Hahahahaha!

Iyelah. Gemes. Gak bisa beli banyak.

Keluar dari situ, naik kereta lagi menuju Harajuku.

Cuma dua setopan.

Rame bok.

Ih, gue sering liat daerah ini di film film :D

Dari kejauhan gue liat ada gang yang rame dilalui manusia yang gayanya seru seru.

Namanya Takeshita Street.

Gak lelaki, gak perempuan, gayanya keren kereeeen!

Jadi aneh sendiri gue :p

Takeshita Street ini penuh toko baju, sepatu, tas, pernak pernik, yang semuanya serba LU - CU.

Setengah mati nahan sikap selektif, gak konsumtif dan if if lainnya.

Deuh.

Dan hasilnya.. Lumayan.. Belum sampe bikin koper gue berkembang biak kok.

Terakhir kami ke Shinjuku.

Gak lama. Cuma foto sebentar lalu pulang ke hotel.



Istirahat sebentar di lobby.

Beli bekal cemilan, lalu bersiap menuju kota selanjutnya... Nagano.










22.3.12

Day 5 : Tokyo

Selasa, 13-3-12




Tokyo Day 1

Fyugh.. Akhirnya..

Bisa lamaan dikit nyimpen barang.

Kami di Tokyo dua malam.

Jadi bisa punya waktu santai untuk pergi pergian tanpa harus ribet packing pagi harinya :p

Dari hari pertama kami ganti ganti hotel melulu.

Hari pertama tujuan kami ke Asakusa dan Akihabara.

Dua tempat itu wajib untuk didatangi para turis katanya.

Asakusa itu terdapat candi (Asakusa Kannon Temple) yang areanya jadi satu dengan Nakamise, yaitu tempat perbelanjaan.

Biasanya Nakamise ini adalah tempat para turis beli oleh oleh khas Jepang.

Kalau Akihabara adalah pusat elektronik.





Di Asakusa semua sibuk masing masing dengan barang buruannya.

Saking serunya belanja dan foto foto, gue terpisah sama saudara yang lain.

Udah muter muter nyari tapi gak ketemu juga.

Jadi gak ada foto bersama deh selama di Asakusa ini.




...................





Ada kejadian yang TIDAK mengenakan.

Gue keilangan tiket Japan Rail Pass (JRP) di tempat ini :(

Jadi, JRP ini adalah tiket terusan untuk naik kereta antar kota selama kami berada di Jepang.

Masa berlaku tiketnya dari hari pertama sampai hari terakhir kami berada di Jepang.

Karena pesannya jauh hari dan tiket terusan, harganya jadi lebih murah.

¥ 28.300 (kurs Rp.114)

Setiap kali mau menggunakan JR Line, kami tinggal nunjukin tiket JRP ke petugas.

Hari itu gue gak bawa backpack.

Jadi gue selipin tiket itu di kantong belakang celana jeans.

Sebelumnya gue selalu rajin cek.

Sampai akhirnya agak sore waktu mau keluar dari Nakamise, gue baru sadar tiket gue ga ada lagi di kantong..

Lemes gue waktu tau tiketnya hilang..

Lebih lemes lagi, pas baca term and condition-nya, bahwa ternyata tiketnya ga bisa di reissued.

Gue kena marah suami.

Jelas. 3 juta melayang. Padahal masih ada 4 hari lagi di Jepang.

Dua kali gue balik ke tempat yang gue lalui sebelum sadar tiket hilang.

Berharap tiketnya ketemu atau ditemuin orang.

Nihil.

Gue dan Andri lapor ke information centre.

Untung ketemu perempuan Jepang yang bisa bahasa inggris dan dia kooperatif sekali.

Dijelasin sama dia tentang gimana cara dapetin tiket JRP yang baru.

Untuk sisa perjalanan gue di Jepang, tetep jatoh jatohnya, mahal.

Dia saranin juga, sebelum kami beli tiket JRP, lebih baik cek dulu ke setiap JR station.

Biasanya kalau ada tiket tercecer pasti ada di bagian Lost & Found.

Nanti kita bisa lacak di stasiun mana tiket itu ditemukan.

Lalu kita yang ambil.

Tapi semua tergantung sama si penemu.

Kalau dia baik, lalu di bawa ke bagian Lost & Found. Sukur Alhamdulillah.

Kalau yang iseng atau jahat, lalu dia pake itu tiket? Wasalam.....

Capek. Lapar. Pasrah diomelin.

Rencana ngubek Akihabara pun gagal.

Tetep di datengin sih. Tapi garing dan gak lama jalan jalan di Akihabara.

Yang gue dan Andri lewatin cuma area pusat game Jepang.

Abis itu makan. Lalu balik ke hotel.

Beberes. Makan. Nonton tv.

Tapi saling diem dieman.

Naseb.












Japan Day 4: Tokyo




Selasa, 13-3-12




Gue udah di Tokyo :)

Sampai tadi kira kira jam 10.10 di terminal.

Jalan kaki sampai hotel jam 11.30

Hotel ke empat: Hotel Metropolitan - Tokyo

Mirip Grand Hyatt Jakarta hotelnya.

Karena nyambung sama mall, namanya Metropolitan Plaza.

Heran gue.. Semahal mahalnya nginep di hotel di Jepang, kamarnya imut imuuut semua :D

Luchuw.

Sampai kamar gue dan Andri cuma simpen barang, lalu cabut ke bawah nyari makan.

Terlalu capek untuk nyari nyari lagi akhirnya gue pilih McD.

Makan di kamar. Sambil nonton tv.

Akhirnyaaaaa.. Ada tv berbahasa inggris.

Kemarin kemarin BBC News aje kagak ade.

Pusing ane nonton bahasanya Jepang melulu

Abis itu berharap ada koneksi internet.

Ada memang. Tapi di kamar adanya model yang dicolok untuk laptop.

Sedangkan gue cuma bawa ipad.

Gak canggih amat Tokyo :p

Nanya front desk, Di lobby pun gak ada free wifi.

Siakek.

Udah sakaw internetan gueeeeeeeeh.

Hahahah!

Hokay! Time for me to go to bed.

See you!

20.3.12

Japan Day 3: Nagoya.



Senin, 12-3-12



Bangun pagi, mandi, sarapan susu full vitamin dan langsung berkemas.

Yup. Pindah hotel.

Masing masing koper kami titip di Reception hotel dulu.

Lucu. Belum pada tau mau apa dan kemana rencana hari ini.

Hahahaha! Backpacker juga ga gini gini amat deh :p

Akhirnya kami keluar hotel jalan jalan menyusuri blok demi blok kota Nagoya.

Papasan sama orang orang yang mau pergi kerja.

Keren keren deh outfitnya.. Seneng liatnya.



Wihhh.. Ada Subway!

Bukan. Bukan Subway kereta. Tapi ini Subway kedai fast food.

Dulu di Jakarta sempet ada, ya kan?

Atau sekarang masih ada tapi guenya yang ga pernah tau, ya?

Kami beli makanan di Subway untuk dibawa.

Buat bekal kalau lapar datang sebelum waktunya makan.

Maklum, cuaca dingin dan banyak jalan kan bikin cepet laper.

Sambil nunggu makanan selesai, kita liat liat map dan brosur.

Semua sibuk nyari kira kira tempat apa yang menarik untuk dikunjungin.

Kalau di kota Nagoya, kebanyakan museum (errr.. Gue benci sejarah) jadi tempat menarik utk dikunjungi.

Kedua, castle.

Sisanya.. Oiya!

Mall!

Wohoo.. Itu mah menarik bangets! Hahahahak!

Akhirnya gue iseng berusul.

Gimana kalau kita ke Fuji Mountain! :D

Awalnya yang lain keberatan. Kalau ke pegunungan berarti kita harus hiking.

Gue jelasin kita gak perlu hiking.

Kita ke kaki gunung aja atau ke daerah deket Mt. Fuji lalu foto.

Semua setuju.

Kami berangkat naik JR Line lagi menuju Shin-Fuji Station.

Satu setengah jam perjalanannya.

Gue seneng banget naik JR Line. Selain nyaman ada lagi yang lebih penting.

JR Line ada dua versi toilet.

Satu Western Style, yaitu WC duduk.

Satunya Japanese Style, yaitu WC JONGKOK! :D

Gue itu orang yang paling sumringah kalau ke toilet umum nemu WC jongkok.

Hahahahaha!

Gokil ya Jepang.

Gue perhatiin, setiap fasilitas umumnya betul betul memperhatikan kebutuhan pemakainya.

Kalau di Indo.... Ah sudahlah. Ngomongin Indonesia mulu.

Pengang kupingnya nanti. Kasian.




................



Sampai di St. Shin-Fuji!

Keluar dari stasiun udah keliatan puncak Fuji Mountain.

Indahnyaaaaaaa..

Memang sih lebih afdolnya kita hiking kalau ke Mt. fuji.

Tapi berhubung kami semua bukan pendaki, melainkan hedonis, hahahaha, gak denk.

Jadi kami cuma sanggup menikmati Mt. fuji dari kejauhan.

Kami disarankan oleh customer service stasiun ke Iwamotoyama Park di daerah Shizouka.

Dari taman ini kita bisa dapet pemandangan puncak Mt. fuji.

Gak ada angkutan lain kecuali taksi untuk menuju Iwamotoyama Park.

Berenam dibagi dua taksi.

Sepanjang jalan supir taksi ngoceh melulu pake bahasa Jepang.

Padahal udah berkali kali di bilang, kami gak ngerti bahasa Jepang -_-*

Si Andri selalu nyaut "we are Indonesian. Bali, you know?"

Lalu di jawab supir "Ooo... Ya ya.. Bali!"

Kesel deh gue. Si Andri bawa bawa Bali mulu!

Kenapangak sekali kali bilang Jakarta. Atau Ambon skalian.

Pengen tau gue, gimana reaksi orang sini kalau denger Jakarta.

Lanjut ngomongin Mt. Fuji.

Perjalanan ke Shizouka sama sekali gak membosankan.

Dan lucunya, hawa di sana gak sedingin kota lain.

Padahal daerah kaki gunung.

Apa karena lebih ke atas jadi lebih deket sama matahari?

Makanya anget... *teori asal asalan*

sampai di Iwamotoyama Park. Lumayan juga argo taksinya: ¥2800

Pak supir bilang, dia bersedia nunggu. Tanpa argo. Karena taksi susah kalau menuju pulang.

Sepakat. Janjian sampai satu setengah jam ke depan sama para supir taksi ini.

Di Iwamotoyama Park banyak kucing. Kucing kampung tapi gendut genduuut deh.

Banyak wisatawan yang baik bagi bagi makanan sama kucing. Hihihi.

Akhirnya gue bertemu Sakuraaa.

Early Cherry Blossom!

Agak salah timing liburannya :(

Sakura mekar sempurna di awal bulan April.

Sedangkan gue ke Jepang pada minggu kedua bulan Maret.

Padahal bakal indah banget kalau bisa liat Sakura bermekaran...



Waktunya foto foto.

Gak ada puasnya foto foto di sini!

Segini aja, mandangin Mt. fuji dari kejauhan, kereeeeeeeen banget!

Gimana kalau bisa hiking kesana ya..

Langitnya cerah sekali.

Pemandangan gunung Fuji yang hijau dan ada putih diujungnya, adalah salju yang mulai meleleh.

Mirip puding green tea yang ada lelehan vla diatasnya :)

Belum lagi warna warni Sakura di hadapan gue..

Subhanallah.. Minder aku pada-Mu, Tuhan...

Sumpah, gue masih belum puas ngambil gambar dan nikmatin pemandangannya.

Satu jam berasa cuma satu menit.

Kami udah harus kembali ke bawah.

Langsung menuju Shin-Fuji station untuk kembali menuju Nagoya.

Capek. Tapi senang.

Gak terasa gue tidur selama perjalanan ke Nagoya.

Kami ke Nagoya untuk ambil koper di hotel.

Menjelang malam anginnya makin kencang dan makin dingin.

Kami makan malam di deket hotel.

Sebenernya gue kabita masakan India yang ada di deket hotel.

Tapi begitu liat harganya.. Whew.. Sayang ah.

Harganya bisa dapet blous atau celana dah tuh :p

Akhirnya kami makan malam di resto kecil.

Gue lupa apa nama restonya.

Makanannya sih serupa Yoshinoya gitu.

Beef yakiniku set yang dibawahnya ada nasinya.

Oiya. Di Jepang, gak semua restoran modelnya dateng-duduk-panggil pelayan-pesen makanan-makanan dianter.

Tapi ada juga restoran yang kita pesen menu makanan sebelum duduk.

Contoh:

Begitu masuk, ada mesin yang isinya tampilan menu makanan, harga dan slot untuk masukin duit.

Biasanya berlaku untuk pecahan koin.

Setelah itu baru kita duduk.

Lalu pelayan nganter makanan yang udah kita pesen.

Minuman, selama minumnya air putih dan ocha, free of charge.

Kalau di kampung kita sih antara teh manis dingin dan anget aja harganya beda yak :p

*eaaak* *jelek jelekin negara sendiri trouus*


Sudah kenyang. Badan sudah hangat kembali.

Waktunya geret koper lagi menuju stasiun untuk menuju Tokyo!

:)